Bimwin, Landasan Membangun Keluarga Sakinah

Sleman – Sebanyak 54 peserta mengikuti bimbingan perkawinan (Bimwin) yang digelar KUA Kapanewon Depok, di Aula KUA setempat, Rabu (11/6/2025). Kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya pemerintah mewujudkan pernikahan yang sakinah, mawaddah, warrahmah.

Pasalnya menikah bukan semata-mata tentang rasa suka dan gembira. Namun pernikahan harus kokoh dan mulia. Dikatakan kokoh apabila pernikahan tersebut berhasil mengantarkan mempelai pada kebahagiaan, kedamaian, dan cinta kasih. Hal tersebut ditegaskan okeh salah satu Anggota Badan Penasihat Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4), Susi Sulistyaningsih selaku narasumber dalam kegiatan itu.

Menurut Sussi, salah satu yang perlu diperhatikan calon pengantin adalah kesehatan reproduksi. Dalam melakukan peran sebagai pasangan suami istri, keduanya harus memiliki kesehatan lahir dan batin yang prima. Salah satu indikasi calon pengantin yang sehat adalah kesehatan reproduksinya berada pada kondisi yang baik.

“Karena ini menjadi langkah strategis dalam menciptakan generasi penerus yang sehat dan berkualitas,” ujar Sussi.

Ia berharap peserta Bimwin menjadi pribadi yang sehat, bugar, produktif, dan bahagia. Sussi juga menekankan, bahwa upaya meningkatkan kualitas kehidupan rumah tangga dan keturunan harus dimulai sejak sebelum pernikahan.

Terkait masalah kesehatan, ungkap alumnus UPN Veteran Yogyakarta ini, Islam telah memberi panduan melalui Al-Qur’an untuk mengedepankan pola hidup bersih dan sehat dengan terperinci. Salah satu nash kitab suci yang berkaitan dengan hal tersebut adalah QS. Al-Baqarah ayat 222.

“Secara implisit ayat ini mewajibkan umat muslim menjaga pola hidup sehat. Allah pun menyatakan Dia mencintai mereka yang melakukan pola hidup bersih dalam dimensi diri dan kehidupannya,” tukasnya.

Untuk menjaga kesehatan reproduksi pasangan suami istri, Sussi berpendapat, perlu merawat dan memeriksa organ reproduksinya masing-masing, agar tetap sehat dan berfungsi dengan baik dan normal.

“Upaya ini harus kita lakukan sejak remaja dan pada masa calon pengantin,” ujarnya.

Di samping itu, Sussi menambahkan bahwa Bimwin ini pun mendukung penurunan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan stunting. Untuk itu diharapkan, pemahaman terkait kesehatan reproduksi yang rutin diberikan KUA Depok Sleman kepada pasangan calon pengantin, mampu mencegah komplikasi kehamilan serta kelahiran prematur, yang menjadi penyebab utama AKI dan AKB, khususnya di wilayah Depok, Sleman. (Athiful/KIM Depok)

image_pdfimage_print
Bagikan: