Sleman – Awal 2024 yang lalu, Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan Sabo Dam Pekunden yang berada di Kalurahan Sumberrejo, Kapanewon Tempel Sleman. Bangunan tersebut melintang di Sungai Krasak. Sabo Dam tersebut dapat dilalui kendaraan, sehingga DAM selebar sekitar 6 meter ini juga berfungsi sebagai jembatan.
Sabo DAM tersebut dibangun dengan fungsi utama sebagai penahan laju material akibat banjir lahar dingin Gunung Merapi, sekaligus mengendalikan kecepatan dan volume aliran agar tidak menyebabkan banjir bandang atau kerusakan di wilayah hilir. Sabo Dam ini diharapkan dapat menjaga keselamatan masyarakat dan lingkungan dari ancaman bencana geologi.
Menurut Sudiharyanto, salah satu petugas keamanan sekaligus pemilik sebuah kedai kopi di seberang jembatan menuturkan bahwa keberadaan Sabo DAM tersebut menyebabkan lalu lintas di atas jembatan semakin ramai.
“Selain warga yang berangkat bekerja, anak sekolah, juga mengangkut hasil pertanian. Disamping itu banyak kendaraan pick-up terbuka yang membawa bahan bangunan dari Kabupaten Sleman ke Kabupaten Magelang,” ungkapnya saat ditemui di lokasi, Kamis (12/6/2025).
Pada hari libur, menurut Sudiharyanto, banyak warga berdatangan untuk menikmati pemandangan yang indah dan berwisata air. Mengingat, di tempat tersebut ada sebuah kedai kopi yang selain untuk bersantai juga sering dipakai pertemuan. (Sadhono Hadi/KIM Tempel)


