Sleman – Rezeki dalam pandangan Islam bukan semata pemberian berupa uang atau makanan, tetapi mencakup seluruh nikmat yang menopang kehidupan. Hal ini disampaikan Dosen Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII), M. Husnaini, dalam ceramah di Masjid Darul Hikmah, Sembung, Purwobinangun, Pakem, Sleman, Jumat (13/6/2025).
Menurut Husnaini, rezeki dapat berbentuk materi maupun nonmateri, seperti kesehatan, ilmu, keluarga yang harmonis, serta lingkungan yang baik. Ia membagi rezeki menjadi dua jenis, yaitu rizki kasbi dan rizki wahbi.
“Rizki kasbi adalah rezeki yang diperoleh lewat usaha dan kerja keras. Ia datang dari sifat rahman Allah, yakni berlaku untuk siapa pun yang mau berusaha, tanpa memandang kualitas keimanan,” jelasnya.
Ia menegaskan, kekayaan duniawi yang diperoleh melalui rizki kasbi bukan jaminan cinta Allah, karena harta bukan sesuatu yang bernilai di hadapan-Nya.
Adapun rizki wahbi, lanjut Husnaini, merupakan rezeki yang datang tanpa diduga dan tidak selalu melalui usaha.
“Ini bersumber dari sifat rahim Allah. Sering kali, rizki ini diberikan kepada orang-orang yang bertakwa, bukan karena profesinya, melainkan karena kualitas imannya,” tuturnya.
Husnaini mencontohkan, seorang pegawai rendahan bisa memiliki kekayaan berlimpah atau seorang kiai di desa tiba-tiba diberangkatkan haji oleh pemerintah.
Ia juga mengingatkan bahwa rezeki bukan hanya tentang kepemilikan materi. “Hidup dijauhkan dari maksiat, semangat dalam beribadah, anak-anak yang sehat dan cerdas, hingga lingkungan yang damai, itu semua adalah rezeki,” ujarnya.
Di akhir ceramah, Husnaini mengajak jamaah untuk meluruskan cara pandang tentang rezeki. “Mari kita mohon kepada Allah agar diberi rezeki yang halal, pasangan yang baik, anak-anak yang berbakti, dan hidup yang penuh berkah,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)


