Sleman – Dinas Sosial Kabupaten Sleman menggelar Rapat Koordinasi Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) pada Jumat (13/6/2025) di Aula Lantai II Kantor Kapanewon Seyegan. Kegiatan ini melibatkan para PSM yang didampingi oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Tenaga Pendamping Sosial Kalurahan (TPSK), serta dihadiri Kepala Jawatan Sosial Kapanewon.
Dalam sambutan pengarahannya, Subagyo Rahayu, Kepala Seksi Sosial Kapanewon Seyegan, menyampaikan apresiasi kepada para relawan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesejahteraan sosial.
“Ketugasan PSM sangat krusial. Mereka memahami kondisi wilayah, termasuk data kemiskinan, stunting, dan dinamika kasus penyakit seperti DBD. Maka, keberadaan lembaga yang mewadahi PSM, seperti IPSM, menjadi penting untuk diperkuat,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan penyegaran kepengurusan Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) tingkat Kapanewon Seyegan, mengingat selama ini keberadaannya belum resmi.
Sementara itu, Sri Handayani dari Dinas Sosial Sleman, menyoroti pentingnya pendataan PSM yang lebih akurat dan terkini. Ia menyampaikan bahwa data yang tidak update kerap menjadi kendala dalam pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) atau pelatihan.
“Data PSM yang valid sangat penting untuk perencanaan pelatihan, agar tidak terjadi tumpang tindih dalam penentuan peserta,” ujarnya.
Sri juga menjelaskan perbedaan mendasar antara Pekerja Sosial Profesional (Peksos) dan PSM dari segi latar belakang, status, dan kewenangan. Meski berbeda, keduanya saling melengkapi dalam sistem pelayanan kesejahteraan sosial.
Pada sesi berikutnya, Okta, TKSK Seyegan, mengajak para TPSK untuk memperbarui data PSM di masing-masing kalurahan sebagai bagian dari verifikasi. Ia juga memaparkan rencana pembentukan Kelompok Masyarakat (Pokmas) Lansia, yang akan menjalankan program permakanan bagi lansia, terutama lansia tunggal yang hidup sendiri.
“Melalui Pokmas Lansia, kami ingin memastikan kebutuhan gizi para lansia terpenuhi, sekaligus melibatkan masyarakat sekitar dalam penyediaan dan pendampingan,” jelas Okta.
Program ini dirancang agar PSM dapat berperan aktif dalam manajemen kegiatan, mulai dari pengadaan bahan makanan, memasak, hingga mendampingi lansia. Ibu rumah tangga di sekitar pun dapat dilibatkan sebagai juru masak atau pengantar makanan.
Program permakanan ini akan dievaluasi secara berkala oleh Dinas Sosial untuk menjaga kualitas layanan dan memastikan ketepatan sasaran.
Rapat koordinasi ditutup dengan diskusi terbuka dan pemilihan pengurus baru IPSM Kapanewon Seyegan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)


