Bijak Gunakan Antibiotik, Cegah Ancaman Resistensi

Sleman – Antibiotik adalah penemuan medis revolusioner yang menyelamatkan jutaan nyawa dari infeksi bakteri. Namun, penyalahgunaannya justru menjadi ancaman kesehatan global: resistensi antibiotik. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, Komunitas Sehat Rohani Jasmani (Seroja) Banyuraden mengadakan edukasi publik bertema penggunaan antibiotik bijak, Minggu sore (15/6/2025) di Pendhapa Kekandhangan Banyuraden, Gamping, Sleman.

Dalam kegiatan ini, Apoteker Siti Rosadah, S.Farm, dari RS Permata Husada Bantul, memaparkan bahwa resistensi terjadi saat bakteri tidak lagi mempan terhadap antibiotik yang semestinya bisa membunuhnya. Penyebab utamanya adalah penggunaan yang tidak tepat: seperti tidak menghabiskan obat, membeli tanpa resep dokter, atau mengobati penyakit yang sebenarnya disebabkan virus, seperti flu dan pilek.

“Jika dibiarkan, resistensi bisa membuat pengobatan infeksi menjadi jauh lebih sulit dan mahal,” tegas Siti.

Ia menekankan, edukasi harus menjangkau akar rumput – mulai dari posyandu, sekolah, hingga ruang-ruang ibadah. Sebab, banyak masyarakat masih keliru menganggap antibiotik sebagai ‘obat semua penyakit’.

Padahal, menurutnya, demam atau batuk ringan belum tentu butuh antibiotik. Cukup istirahat, makan bergizi, dan hidrasi yang cukup seringkali sudah cukup. Konsultasi medis baru diperlukan bila gejala memburuk atau berlangsung lama.

Siti juga memberikan beberapa tips penggunaan antibiotik yang aman, yaitu pertama, menggunakan hanya berdasarkan resep dokter. Kedua adalah habiskan sesuai dosis dan waktu yang ditentukan, meski sudah merasa sembuh. Jangan berbagi antibiotik dengan orang lain atau memakai sisa obat sebelumnya. Terakhir, simpan sesuai petunjuk, dan buang antibiotik kedaluwarsa dengan benar.

“Tiap antibiotik punya fungsi dan spektrum yang berbeda, jadi tidak bisa dipakai sembarangan,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa resistensi bukan sekadar masalah individu, tapi juga menyangkut ketahanan kesehatan nasional dan global. Bila bakteri terus berkembang menjadi kebal, dunia bisa menghadapi masa depan tanpa obat manjur untuk infeksi.

Edukasi seperti ini diharapkan jadi langkah nyata komunitas dalam mencegah krisis resistensi antibiotik. Dengan pemahaman dan kepatuhan bersama, antibiotik bisa terus menjadi penyelamat generasi mendatang.

“Mari jaga antibiotik, demi masa depan yang sehat,” pungkas Siti Rosadah. (Adnan Nurtjahjo | KIM Pararta Guna Gamping)

image_pdfimage_print
Bagikan: