Sleman — Limbah botol plastik bekas air mineral di tangan Sardi Beib (66), warga Sleman, berubah menjadi karya seni bernilai tinggi. Ia menciptakan wayang kristal, jenis wayang unik yang dibuat dari bahan plastik daur ulang, dan kini diminati banyak kolektor serta pegiat seni.
Karya ini dipamerkan saat acara Pencanangan Gerakan Sejuta Biopori yang digelar di Lobi Utara Sekolah Pascasarjana UGM Yogyakarta, Minggu (15/6/2025).
“Wayang ini muncul dari ide saat pandemi, ketika semua aktivitas berhenti. Saya mulai bereksperimen menggunakan sampah plastik, terutama botol air mineral,” ujar Sardi. Ia menambahkan, satu wayang memerlukan sekitar empat botol, tergantung ukuran.
Berbeda dengan pembuatan wayang kulit yang menggunakan tatah dan palu, wayang kristal hanya membutuhkan solder listrik yang telah dimodifikasi. Proses ukirnya pun tidak menembus bahan, melainkan hanya berupa goresan halus di permukaan plastik.
“Dengan solder modifikasi, proses jadi lebih mudah dan hasilnya halus. Ornamen dibuat seperti digores, bukan ditatah seperti kulit,” jelasnya.
Meski berbahan dasar sampah, harga wayang kristal bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Sardi sendiri tidak mematok harga tetap. Konsumen biasanya menilai berdasarkan keunikan dan kerumitan ornamen.
“Satu wayang bisa dihargai Rp200 ribu hingga tak terhingga, tergantung kehalusan dan ukuran,” kata Sardi yang merupakan lulusan SMK Pertambangan.
Menariknya, Sardi tidak menyimpan ilmunya untuk diri sendiri. Ia membuka sanggar bagi siapa pun yang ingin belajar. Bahkan, ia menyediakan tutorial gratis di media sosial.
“Saya percaya ini anugerah dari Yang Maha Kuasa. Saya ingin berbagi agar sampah bisa jadi sumber penghasilan,” ungkapnya.
Proses pembuatan dimulai dari mencuci botol plastik, memotong dan membelahnya, lalu memanaskannya dengan setrika hingga berbentuk lembaran. Setelah itu, gambar pola wayang diterapkan, lalu proses ukir dilakukan. Jika dikerjakan penuh, satu wayang bisa selesai dalam sehari.
Selain membuat, Sardi juga sering tampil sebagai dalang dalam pertunjukan wayang kristal, terutama saat pameran atau undangan komunitas bank sampah.
“Pentas akan lebih menarik saat malam, dengan pencahayaan warna-warni yang membuat efek pendar dari plastik,” pungkasnya. (Kusnadi/KIM Berbah)


