FK KSB Sleman Konsolidasi, Perkuat Sinergi Penanggulangan Bencana

Sleman — Forum Komunikasi Kampung Siaga Bencana (FK KSB) Kabupaten Sleman bersama Dinas Sosial Sleman menggelar konsolidasi dan diskusi strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan serta koordinasi penanggulangan bencana di tingkat lokal. Kegiatan digelar di Rumah Makan Moro Lejar, Cangkringan, Senin (16/6/2025) dan diikuti sekitar 70 peserta dari perwakilan KSB di seluruh Kalurahan yang telah terbentuk.

Perwakilan Dinas Sosial Sleman, Wahyudin, selaku pejabat fungsional Bidang Bantuan Sosial dan Fakir Miskin, membuka kegiatan sekaligus menyampaikan apresiasinya kepada relawan KSB.

“KSB adalah mitra strategis Dinas Sosial. Koordinasi yang solid akan memastikan penanganan bencana berjalan cepat, tepat, dan menyentuh langsung kebutuhan warga terdampak,” tegas Wahyudin dalam sambutannya.

Ketua FK KSB Kabupaten Sleman, Sriyono, menyoroti pentingnya akurasi dalam pendataan logistik dan asesmen pasca-bencana. Menurutnya, dua aspek ini menjadi kunci agar distribusi bantuan lebih efisien dan tepat sasaran.

“Pendataan logistik harus teliti agar tidak ada warga terdampak yang terlewat. Asesmen pun harus profesional dan bertanggung jawab,” ujar Sriyono.

Ia juga mendorong agar tiap KSB menunjuk contact person yang dapat dipercaya, khususnya tokoh masyarakat di wilayah rawan bencana. Hal ini penting untuk menjaga kelancaran komunikasi saat kondisi darurat.

Dalam kegiatan ini, peserta dibagi ke dalam tiga kelompok Focus Group Discussion (FGD). FGD menjadi ruang interaktif bagi para peserta untuk menyampaikan pengalaman, kendala, serta gagasan penguatan KSB di wilayah masing-masing.

Beberapa usulan strategis mengemuka, antara lain permintaan agar Dinas Sosial hadir secara langsung di kegiatan KSB tingkat Kalurahan, serta kejelasan regulasi terkait penggunaan Dana Desa untuk mendukung program kebencanaan.

“Kami butuh pendampingan agar program KSB bisa sesuai aturan dan mendapat dukungan anggaran dari desa,” ujar salah satu peserta FGD.

Diskusi juga mencakup tantangan komunikasi dengan pemerintah Kalurahan, variasi karakter relawan, serta inovasi dalam membangun kesadaran warga terhadap kesiapsiagaan bencana.

Menutup kegiatan, para peserta sepakat membentuk grup diskusi daring sebagai forum koordinasi rutin dan berbagi informasi antaranggota FK KSB dan KSB Kalurahan.

“Pertemuan seperti ini penting dilakukan berkala, agar jadi wadah silaturahmi sekaligus tukar inspirasi menghadapi tantangan di lapangan,” ungkap Didik, relawan KSB Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik.

Melalui konsolidasi ini, FK KSB Sleman menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas relawan dan membangun jejaring kolaboratif guna menghadapi berbagai potensi bencana. Gotong royong antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci membentuk Sleman sebagai daerah tangguh bencana. (ESK/KIM DSN)

image_pdfimage_print
Bagikan: