Sleman — Perpustakaan Daerah Kabupaten Sleman terus berinovasi dalam mendorong budaya literasi, tidak hanya sebagai tempat membaca dan meminjam buku, tetapi juga sebagai ruang edukatif yang hidup dan dekat dengan masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda.
Terletak di jantung Kota Sleman, tepat di belakang Alun-alun Denggung, perpustakaan ini menerima rata-rata 50 pengunjung setiap hari. Koleksinya mencapai lebih dari 34 ribu judul buku dan 3.500 e-book. Buku anak-anak dan novel menjadi yang paling banyak dibaca oleh pengunjung.
“Perpustakaan bukan lagi sekadar tempat menyimpan buku. Kami bertransformasi menjadi ruang yang aktif menjangkau masyarakat, bahkan ke pelosok desa,” ujar Nazzatul Farhanah, Pengolah Data dan Informasi Perpustakaan Daerah Sleman, saat ditemui pada Senin (16/6/2025).
Salah satu inovasi unggulan adalah perpustakaan keliling yang menjangkau 82 sekolah dasar di seluruh Kabupaten Sleman setiap bulan, termasuk sekolah di wilayah terpencil. Anak-anak yang sebelumnya kesulitan mengakses buku kini dapat menikmati layanan perpustakaan langsung di sekolah mereka.
Selain itu, terdapat program “Cendol Manis” (Cerita dan Dongeng Keliling Masyarakat Sleman), yang menghadirkan pendongeng dengan kendaraan roda tiga mengunjungi sekolah-sekolah. Cerita yang disampaikan secara interaktif dirancang untuk membangkitkan imajinasi dan minat baca anak-anak.
Program Kunjung Perpustakaan juga rutin digelar setiap minggu, di mana rombongan siswa dari berbagai sekolah berkunjung untuk berwisata literasi. Mereka diperkenalkan pada dunia baca sejak dini, diajak menyusuri koleksi buku, hingga mengikuti sesi belajar di ruang edukasi lengkap dengan proyektor. Usai kegiatan, siswa juga diajak mengunjungi Museum Dirgantara dengan bus yang disediakan perpustakaan.
Tak hanya itu, setiap Jumat pagi, Perpustakaan Daerah hadir di Lapangan Pemda Sleman melalui kegiatan “Jumpa Si Ceria”. Program ini menyasar anak-anak PAUD dan TK dengan kegiatan mendongeng interaktif untuk menumbuhkan semangat membaca sejak usia dini.
Secara insidental, perpustakaan juga menggelar workshop bertajuk “Dari Baca Jadi Karya” dengan tema-tema yang disesuaikan dengan buku yang dibahas. Salah satu workshop yang akan digelar pekan ini bertema “Menumbuhkan Kreativitas dan Jiwa Kewirausahaan Membuat Makanan Kekinian Guna Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Kalurahan Sidoagung”, dan akan dilaksanakan langsung di Kalurahan Sidoagung.
“Kami ingin literasi bukan hanya soal membaca, tapi menjadi jalan untuk berkarya, berdaya, dan mandiri,” tambah Nazzatul.
Dengan beragam inovasi ini, Perpustakaan Daerah Sleman bertekad menjadi ujung tombak dalam membangun budaya literasi yang merata di seluruh lapisan masyarakat, dari prasekolah hingga orang dewasa. (Sadhono Hadi/KIM Tempel)


