Sleman – Belajar fisika bukan semata terkait memahami materi, tetapi juga memaknai aktivitas belajar. Sayangnya, instrumen yang ada belum mencerminkan hakikat belajar fisika secara holistik dan menyeluruh.
Hal ini ditegaskan Dosen Departemen Pendidikan Fisika UNY, Tsania Nur Diyana dalam Kuliah Tamu Pendidikan Fisika Universitas Islam Madura (UIM), pada Selasa (17/6/2025).
“Fisika lebih menarik jika diajarkan melalui konteks kehidupan sehari-hari. Apabila siswa bisa mengaitkan konsep dengan pemecahan masalah nyata, minat mereka akan meningkat,” ujarnya.
Tsania mengatakan, bahwa masih banyak siswa yang memiliki stigma negatif terhadap fisika. Namun, ia percaya dengan pendekatan yang tepat, fisika bisa menjadi mata pelajaran yang menyenangkan dan relevan.
“Dalam berbagai penelitian, kita fokuskan untuk mengembangan instrumen pengukuran keyakinan dan sikap siswa terhadap fisika, agar dapat memahami cara siswa mempelajari dan memaknai fisika,” ungkap Tsania.
Menurutnya, salah satu temuan menarik dari banyak riset bertemakan fisika adalah terdapat korelasi kuat antara keyakinan siswa terhadap relevansi fisika dalam kehidupan sehari-hari, dengan minat mereka menyelesaikan masalah.
“Ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis konteks kehidupan nyata mampu meningkatkan minat dan sikap positif terhadap fisika,” tambahnya.
Dalam seminar bertajuk, “Instrumen Asesmen Identifikasi Keyakinan dan Sikap Siswa terhadap Fisika dan Belajar Fisika” ini, Tsania mengatakan bahwa meskipun mengubah persepsi siswa terhadap stigma belajar fisika tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun perlahan perubahan dapat dicapai dengan strategi pengajaran yang efektif dan efisien.
“Intervensi yang tepat bisa mengubah anggapan bahwa fisika itu sulit dan menakutkan,” katanya.
Dihadapan mahasiswa program studi Fisika Universitas Islam Madura, Tsania memberikan pesan bahwa menjadi pengajar fisika itu profesi yang menantang, berkesan, dan membanggakan.
“Ketika siswa paham materi fisika, itu adalah kepuasan luar biasa bagi kita,” tandasnya. (Athiful/KIM Depok)


