Sleman – Perpustakaan Daerah Sleman kembali menghadirkan program literasi inovatif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat melalui workshop Dari Baca Menjadi Karya. Workshop kali ini digelar untuk warga Kalurahan Sidoagung, Kapanewon Godean. Acara yang diadakan pada, Rabu (18/6/2025) di Rumah Makan Sego Welut ini, mengangkat tema “Menumbuhkan Kreativitas dan Jiwa Kewirausahaan Membuat Makanan Kekinian Guna Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Kalurahan Sidoagung”. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata transformasi perpustakaan sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat.
Pertemuan tersebut diikuti oleh 40 warga Sidoagung, Kepala Desa Sidoagung, Edy Utomo, Panewu Godean, Edi Wibowo dan Kepala Bidang Pembinaan dan Pengelolaan Perpustakaan, Christiana Rini Puspitasari mewakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman.
Panewu Godean pada kesempatan itu memberikan apresiasinya atas berlangsungnya kegiatan tersebut. Diharapkan, pemberdayaan ekonomi dan tujuan yang ditentukan dapat tercapai.
“Kami memberikan apriasi tinggi atas kegiatan yang secara nyata sinergi antara literasi dan pemberdayaan ekonomi yang sasaran akhirnya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Edi Wibowo.
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengelolaan Perpustakaan Dinas Perpusarsip Sleman, Christiana R Puspitasari, menyambut baik inisiatif Kalurahan Sidoagung yang sejalan dengan agenda besar transformasi layanan perpustakaan.
“Literasi harus menjangkau proses yang luas, mulai dari membaca resep, mempelajari, mempraktekkan, dilanjutkan dengan membuat buku panduan, perijinan, pengurusan kekayaan intelektual, strategi pemasaran, pameran sampai pengembangan usaha,” tandasnya.
Acara dilanjutkan dengan praktik pembuatan kue kekinian. Di mana, Regina Elia selaku praktisi kuliner sekaligus narasumber dalam kegiatan itu merincikan langkah-langkah membuat sandwich dan pudding. Ia mendemonstrasikan pembuatan makanan kekinian yang besih, higienis, murah, cantik dan lezat.
Diketahui, Regina selaku praktisi kuliner telah memulai usahanya saat pandemi covid-19. Hingga kini, usaha kulinernya telah sukses berkembang. Regina menuturkan pembuatan penganan kekinian ini membuka peluang inovasi yang sangat lebar untuk variasi-variasi yang disukai konsumen.
“Contohnya, ketan hitam misalnya, bila dibuat bubuk bisa diciptakan berbagai jenis masakan lezat yang cocok dengan lidah kita sendiri,” pungkas Regina.
Lebih lanjut, terobosan seperti ini diharapkan dapat memicu muncul dan berkembangnya wirausaha baru di wilayah Sidoagung. Mengingat, dampak nyata dari literasi tidak melulu tentang membaca buku, tetapi juga membaca peluang perubahan.
Selanjutnya, sebuah buku berjudul “Ragam Menu Sarapan” tulisan Ike P.Sari, yang dibagikan kepada seluruh peserta diharapkan menjadi awal pembukaan jalan masyarakat Kalurahan Sidoagung untuk naik kelas secara ekonomi, kreativitas dan daya saing. Sekali lagi bukti bahwa perpustakaan bukan sekedar tempat menyimpan buku, melainkan juga menjadi ruang pelatihan dan wadah membangun jejaring dan semangat baru. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)


