Sleman – Naiknya harga beberapa komoditas bahan pokok menjelang Lebaran selama ini diakibatkan kebutuhan masyarakat yang meningkat. Peningkatan tersebut sebetulnya tidak perlu terjadi apabila masyarakaat membeli sesuai dengan kebutuhan. Untuk mengantisipasi belanja yang berlebihan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman berharap agar mesyarakat belanja sesuai dengan kebutuhan.
Untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok tersebut, TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) DIY yang terdiri dari Kepala Biro Administrasi Perekonomian DIY Drs Tri Mulyono, Fatima Hidayati dariBank Indonesia Cabang Jogja, dan Pemkab Sleman yang diwakili Kabag Perekonomian Ir CC Ambarwati yang juga disertai dari Bappeda dan Dinas Pasar, serta Dinas Perindakop Kabupaten Sleman melakukan pantauan harga Sembako di Pasar tradisional Prambanan, Senin (13/7).
Dalam pantauan yang dilakukan tim gabungan dengan menyisir semua sudut pasar Prambanan dijumpai beberapa komoditas bahan kebutuhan pokok tidak terlalu mengalami perubahan, artinya bila ada kenaikan maupun penurunan harga tidak terlalu besar.
“Masyarakat dihimbau tidak perlu risau karena kondisi harga maupun stok bulan Ramadan maupun menjelang Lebaran nanti akan normal,” jata Tri Mulyono.
Adapun beberapa perubahan komoditas kebutuhan pokok tersebut antara lain bawang merah minggu lalu harganya Rp 20.000 /Kg belum ada kenaikan. Bawang putih sincau minggu lalu harganya Rp 15.000, hari Senin (13/7) naik menjadi Rp. 16.000. Bawang putih kating harganya Rp 18.000 naik menjadi Rp 19.000. Cabe merah besar Rp 25.000 harganya masih sama, Cabe merah keriting harganya Rp 30.000 pada minggu lalu dan kemarin naik menjadi Rp 35.000/kg Cabe rawit merah minggu lalu harganya Rp 29.000 naik menjadi Rp 35.000. Cabe rawit hijau harganya Rp 25.000 naik menjadi Rp 30.000.
Sedang untuk jenis yang lain seperti ikan Lele pada minggu lalu harganya Rp 21.000/kg dan saat pantauan tetap sama. Nila hitam harganya minggu lalu Rp 21.000 dan saat ini mengalami kenaikan menjadi Rp 22.000/kg. Nila merah dari Rp 20.000 naik menjadi Rp 30.000, Bawal tawar dari Rp 22.000 masih sama Rp 22.000, Gurami dari harga Rp 38.000 naik menjadi Rp 40.000, Kembung dari Rp 25.000 masih sama Rp 25.000, Udang Putih dari harga minggu lalu yang hanya Rp 60.000 masih sama Rp 60.000/kg dan Bandeng harganya masih sama yaitu Rp 25.000.
Sementara harga daging Sapi KW I (bistik) minggu lalu harganya Rp 100.000 dan saat ini naik menjadi Rp 110.000/kg, Daging sapi KW 2 (biasa) harganya Rp 90.000/kg dan naik Rp 100.000 daging ayam potong dari harga Rp 28.000 naik menjadi Rp 31.000. Untuk telur ayam ras harganya Rp 17.000/kg naik menjadi Rp 18.000 Gula pasir kuning harganya masih sama Rp 12.000/kg. Turun menjadi Rp 11.500, kedelai juga tidak mengalami perubahan yaitu Rp 10.000/kg Minyak goreng curah sawit masih sama yaitu Rp 10.500/Kg.
Sementara disela-sela pemantauan harga, salah satu pedagang beras Ny Yoso dari Bendo Prambanaan mengeluhkan minimnya pembeli, bahkan dari pagi baru terjual 10 kg. Dibanding dengan di pasar lama Prambanan omset penjualan jauh berbeda bahkan bila di pasar Prambanan lama bisa 10 kali lipat dibanding di pasar Prambanan sementara. Tidak hanya Ny Yoso, pedagang yang lain juga mengeluhkan sepinya pembeli, mereka berasumsi pemudik tahun ini tidak banyak membawaa uang.
Sedang Kepala Bagian Paerekonomian Sleman, Ambarwati menyampaikan bahwa kebutuhan bahan pokok saat ini masih cenderung stabil artinya tidak terjadi kenaikan yang menyolok, termasukkondisi harganya masih stabil. Meskipun terjadi perubahan harga baik kenaikan maupun penurunan masih dalam taraf wajar. Diharapkan masyarakat tidak perlu belanja berlebihan bila belanja sesuai dengan kebutuhan saja karena baik menjelang Hari Raya Idul Fitri stok barang tetap aman dan akan terpenuhi.


