Sleman — Pendidikan usia dini menjadi landasan penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan pelepasan peserta didik Kelompok Bermain (KB) Tunas Bangsa, yang berlangsung di Padukuhan Sombangan, Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Sleman, Selasa (24/6/2025)
Acara pelepasan peserta didik angkatan ke-15 Tahun Pelajaran 2024/2025 ini dihadiri oleh Penilik PAUD Kapanewon Moyudan, tokoh masyarakat, dukuh, ketua RT dan RW setempat, serta wali murid.
Kepala KB Tunas Bangsa, Riningsih, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dari 20 peserta didik, sebanyak 14 anak resmi dilepas tahun ini. Ia juga melaporkan bahwa hasil akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) menunjukkan KB Tunas Bangsa memperoleh predikat “B gemuk”.
“Kami mohon doa restunya agar nilai akreditasi ini dapat kami pertahankan, bahkan meningkat menjadi A,” ujar Riningsih.
Ia menambahkan bahwa sesuai visi dan misi lembaga, KB Tunas Bangsa menanamkan nilai-nilai budaya Jawa dalam proses pembelajaran dan perilaku anak.
“Kami ingin nilai budaya ini menjadi bekal anak-anak hingga dewasa dalam berperilaku, bergaul, dan berbudaya,” jelasnya.
Penilik PAUD Kapanewon Moyudan, Salimah, memberikan apresiasi atas kontribusi KB Tunas Bangsa dalam mencerdaskan anak bangsa, sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 dan Pasal 31 UUD 1945 tentang hak memperoleh pendidikan.
Salimah menegaskan bahwa KB/PAUD memiliki peran strategis dalam pendidikan anak usia dini, yang mencakup usia 2 hingga 4 tahun, dan masih dapat menerima anak usia hingga 6 tahun. Ia juga mengingatkan pentingnya penguatan tiga aspek utama pendidikan yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik.
“Pendidikan usia dini adalah jembatan menuju Indonesia Emas 2045. Karakter anak terbentuk sejak dini. Di usia itulah ilmu lebih mudah diserap,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Salimah berharap KB Tunas Bangsa terus meningkatkan mutu pendidikan, termasuk dengan menambah jumlah peserta didik sebagai salah satu indikator penilaian akreditasi. (Giek/KIM Moyudan)


