Workshop Penguatan Kelembagaan Forkom UMKM Kapanewon Seyegan

Sleman – Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman menyelenggarakan workshop Forum Komunikasi (Forkom) UMKM Kapanewon Seyegan di Restoran Taman Pringsewu. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari yakni tanggal 23 dan 24 Juni 2025, ini menggandeng Mitajani Training Consultant sebagai mitra penyelenggara. Workshop tersebut diikuti oleh 50 pelaku UMKM dari pengurus dan anggota Forkom UMKM Seyegan dan Forkom UMKM dari lima kalurahan di Seyegan.

Para peserta tidak hanya diberikan pelatihan ataupun mentoring dengan berbagai materi, namun juga mengikuti kegiatan temu kemitraan bisnis UMKM dengan Bank Mandiri, BNI, Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Hotel Grand Keisya, Toko Progo, Manna Kampus, Bakpia Kencana, Kenes Bakery, Papa Cookies Bakery, Amanda Brownies dan Jejamuran.

Materi pertama disampaikan oleh perwakilan Mitajani Training Consultant, Sri Astuti yang membahas mengenai penguatan kelembagaan Forkom UMKM. Ia mengatakan, dalam suatu forkom memerlukan seorang pemimpin visioner dan inklusif. Visioner memiliki arah yang jelas, berfikir strategis, adaptif dan kolaboratif. Inklusif dengan mau mendengar aktif, menghargai perbedaan dan memberi ruang bagi ide-ide baru.

“Lembaga Forkom UMKM harus memiliki tata kelola organisasi yang jelas, ada AD/ART, struktur organisasi, SOP dan job description yang terinci yang bisa dipahami dan dilaksanakan semua pengurus beserta anggotanya,” kata Sri pada pelatihan hari pertama, Senin (23/6/2025).

“Strategi peningkatan ekonomi Forkom UMKM dapat dilakukan dengan penguatan jejaring dan kolaborasi untuk membuka akses dengan berbagai pihak baik dengan Dinas terkait, perbankan, perguruan tinggi, Sekolah, perhotelan, perusahaan perdagangan, toko, rumah makan dan lain-lain,” tandasnya.

Sementara, perwakilan SMICE Training Consultant, Riana Ambarsari menyampaikan materi tentang pentingnya komunikasi efektif untuk organisasi Forkom UMKM. Mengingat, permasalahan komunikasi di forkom yang disebabkan oleh konflik internal, kurangnya transparansi, rendahnya partisipasi, informasi yang tidak merata, hingga gaya komunikasi yang tidak tepat.

“Faktor tersebut dapat menimbulkan ketidakharmonisan dan perpecahan, sehingga bisa menghambat pelaksanaan program organisasi. Masalah harus segera diatasi dengan pendekatan pribadi atau komunikasi dua arah dan mendengar keluhannya,” tuturnya.

“Gunakan bahasa yang sederhana dan jelas, sampaikan informasi secara terbuka dan jujur. Bisa juga menggunakan komunikasi formal, misalnya dengan pertemuan rutin dan menyampaikan hasil kesepakatan bersama sehingga menjadi aturan yang tegas,” sambung Riana.

Dihari kedua, perwakilan Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Eno Casmi menyampaikan materi tentang manajemen keuangan organisasi. Pada kesempatan itu, ia menekankan pentingnya memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha.

“Jangan sampai campur baur tidak jelas antara uang pribadi dan uang Perusahaan, sehingga untung rugi menjadi tidak jelas juga. Maka diperlukan catatan masuk dan keluar keuangan, laporan keuangan neraca, laba dan arus kas. Untuk membantu memudahkan pencatatan akuntansi keuangan bisa menggunakan aplikasi tidak berbayar seperti apik atau aplikasi berbayar seperti accurate, jurnal, zahir, myob, sap, xero, majoo, dan lain-lain,” ungkap Eno, Selasa (24/6/2025).

Workshop Forkom UMKM Kapanewon Seyegan ini dihadiri oleh Kepala Dinkop UKM Kabupaten Sleman, Tina Hastani. Pada kesempatan yang sama, Tina mengatakan dengan masuk Forkom UMKM, pihaknya turut memfasilitasi bimtek dan berbagai pelatihan, sehingga mendapat ilmu dan pengetahuan usaha yang sebelumnya tidak ia ketahui. Para peserta sangat antusias dari awal sampai akhir. Dengan demikian, diharapkan UMKM Sleman bisa naik kelas, kuat dan makin sejahtera. (Sulistiyono/KIM Seyegan)

image_pdfimage_print
Bagikan: