Sleman – Warga Dusun Selokerto, Padukuhan Wonosobo, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, tengah berduka atas wafatnya salah satu warga di Rumah Sakit Bethesda. Dalam situasi tersebut, layanan ambulans gratis milik Kalurahan Sardonoharjo kembali menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung kegiatan sosial kemanusiaan.
Begitu menerima kabar, Jagawarga setempat segera melapor kepada Tim Reaksi Cepat (TRC) Destana Sardonoharjo. Koordinasi cepat dilakukan oleh Cahyo Wening, Jogoboyo Kalurahan sekaligus pembina TRC, yang langsung mengaktifkan jaringan relawan untuk mengerahkan ambulans desa.
Salah satu relawan, Sastra, yang juga menjadi sopir ambulans, segera bertindak. Ia menjemput jenazah dari RS Bethesda dan mengantarkan ke rumah duka dengan aman dan lancar.
Lurah Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho, menjelaskan bahwa ambulans desa merupakan fasilitas layanan gratis yang disediakan untuk mendukung warga dalam kondisi darurat, baik sakit maupun berduka.
“Ambulans ini disiapkan sebagai bentuk komitmen pelayanan sosial dan kemanusiaan Kalurahan. Tidak ada pungutan biaya sama sekali,” tegas Harjuno, Sabtu (28/6/2025).
Ucapan terima kasih disampaikan oleh perwakilan keluarga almarhum, Ndaru Sigit, yang merasa sangat terbantu oleh kehadiran ambulans desa dan para relawan.
“Dalam situasi duka seperti ini, bantuan ambulans yang cepat dan tanpa biaya sungguh meringankan. Kami berterima kasih atas kepedulian Kalurahan dan relawan,” ungkapnya haru.
Layanan ambulans desa Sardonoharjo menjadi contoh konkret sinergi pemerintah desa dan masyarakat dalam menciptakan layanan publik berbasis kemanusiaan. Keberadaannya tak hanya penting saat darurat medis, tetapi juga dalam memberikan penghormatan terakhir yang layak bagi warga yang meninggal dunia.
Pemerintah Kalurahan berkomitmen untuk terus menguatkan layanan-layanan sosial semacam ini demi mewujudkan masyarakat yang peduli, tanggap, dan saling memberdayakan. (ESK/ KIM DSN)


