Sleman — Relawan harus tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki keterampilan dan kesiapan mental saat menghadapi situasi darurat. Pesan ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi dan Pembinaan Relawan Kapanewon Depok yang digelar di Gedung Anglocitatama, Kapanewon Depok, Sleman, Senin (30/6/2025). Kegiatan ini difasilitasi Jawatan Keamanan Kapanewon Depok dan diikuti berbagai elemen relawan dari PMI, TSR, KSR, Linmas, KSB, Tagana, RAPI, Destana, Redam, hingga Matador.
Panewu Depok, Djoko Muljanto, menekankan pentingnya relawan untuk selalu siaga dan terkoordinasi.
“Relawan harus siap sedia saat masyarakat membutuhkan, terutama dalam kondisi darurat atau bencana. Jangan bergerak sendiri-sendiri, selalu koordinasi dengan pihak terkait,” tegasnya.
Ia mendorong relawan untuk bersinergi dengan Jaga Warga dan Destana (Desa Tanggap Bencana) yang sudah terbentuk di tingkat padukuhan dan kalurahan sebagai bagian dari sistem respons bencana berbasis masyarakat.
Djoko juga mengusulkan agar ke depan dilakukan Apel Siaga Relawan secara rutin tiap bulan, sebagai ajang koordinasi dan mempererat silaturahmi antarrelawan.
Sementara itu, Wadanramil 11 Depok, Kapt. Infanteri Wahyani, menyoroti pentingnya penguatan kapasitas teknis para relawan.
“Relawan harus solid, terlatih, dan aktif di grupnya masing-masing. Kami siap fasilitasi pelatihan kebencanaan, tentu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar relawan memiliki sertifikasi resmi, sehingga ke depan diakui legalitasnya dan lebih siap dalam menghadapi berbagai kondisi lapangan.
“Kini saatnya relawan kita dibekali kompetensi yang bisa dipertanggungjawabkan secara profesional dan legal,” tutup Wahyani.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, sekaligus meneguhkan semangat gotong royong dan pengabdian dalam menghadirkan rasa aman di tengah masyarakat. (Adi Yananta/KIM Depok)


