Sleman – Gapoktan Dadi Mandiri mendapat Bimbingan Teknis (Bimtek) dari PT. Maxxi yang memproduksi mesin Pemanen Padi atau Combine Harvester. Bimtek tersebut berlangsung di Padukuhan Druju Kalurahan Margodadi Kapanewon Seyegan, Rabu (2/7/2025).
Kegiatan ini menghadirkan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Panewu Anom dan Kawat Kemakmuran Kapanewon Seyegan, Kepala BPP Wilayah Seyegan, PPL, Ketua Gapoktan dari lima kalurahan, anggota Gapoktan Dadi Mandiri, dan perwakilan Gapoktan Kalitirto, Berbah.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Siti Rokhayah Dwi Mulyani menyampaikan bahwa Kabupaten Sleman melalui dana pendampingan dari DPR Pusat mendapat hibah alat pasca panen yang berupa Combine Harvester. Pemberian mesin pemanen padi tersebut diberikan kepada Gapoktan dari dua kalurahan yaitu Kalurahan Margodadi dan Kalurahan Kalitirto.
“Dengan Combine Harvester yang dimiliki oleh Gapoktan Dadi Mandiri tersebut harus dibebani dengan target luas tambah tanah yang semakin meningkat,” ujar Siti.
Ia juga memberi gambaran tentang swasembada pangan harus diimbangi dengan meningkatnya budi daya padi dan jagung. Dengan adanya mesin panen tersebut diharapkan pula serapan gabah menjadi meningkat pula.
Siti mengingatkan kepada kedua Gapoktan untuk manajemen operasional dalam pemeliharaan mesin panen yang diterima.
“Bahan bakar minyak dan suku cadang harus dipenuhi sebagai konsekuensi, termasuk pertanggungjawaban berupa laporan penggunaan setiap enam bulan sekali yang mencakup jumlah serapan luasan lahan,” tandasnya.
Salah satu Teknisi PT. Maxxi, Anto memberi penjelasan tentang spesifikasi mesin panen padi dengan seri Bimo 102. Combine Harvester adalah mesin pemanen padi yang dioperasikan oleh satu orang operator dan dua orang helper. Mesin ini memiliki beberapa bagian utama, yaitu header unit yang terdiri atas pengarah (reel guide), serta pisau pemotong (cutter bar) untuk memotong dan mengarahkan batang padi.
“Penggunaan Combine Harvester memiliki banyak manfaat, antara lain hemat waktu dan tenaga kerja, proses panen menjadi lebih cepat dan mudah. Meningkatkan efisiensi panen, hasil panen lebih banyak dan berkualitas. Mengurangi biaya panen, biaya produksi padi menjadi lebih rendah,” jelas Anto.
Ia pun menambahkan bahwa PT. Maxxi bersedia memberi pelatihan dan pendampingan kepada Gapoktan terutama operatornya sehubungan dengan kendala mesin, sparepart, service mesin maupun penggantian oli. Jadwal service I di 50 jam pertama. Mengenai kondisi lahan, Anto menyarankan penggunaan mesin panen harus dalam kondisi padi kering atau bebas dari hujan ataupun embun.
Pada kesempatan itu juga dilakukan praktek dengan operator dan helper dari Gapoktan dengan didampingi mekanik dari PT. Maxxi. Lahan seluas 700 M2 menjadi tempat praktek langsung penggunaan Combine Harvester.
“Standar mesin dengan horse power 102 ini hanya membutuhkan waktu tiga jam untuk luas lahan 1 ha. Kendalanya adalah sudah jarang lahan 1 ha yang berupa hamparan sehingga waktunya jadi bertambah”, jelas Anto mengakhiri pelatihan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)


