Media Sosial; Jendela WKSBM ke Dunia Luar

Sleman- Media sosial (medsos) adalah platform digital yang digunakan untuk berinteraksi, berbagi konten, dan membangun jejaring sosial. Medsos mencakup berbagai aplikasi dan situs web yang memfasilitasi komunikasi, berbagai informasi, dan kolaborasi antar individu, kelompok atau organisasi.

Dengan konten, pengguna dapat berbagi bebagai jenis konten, seperti teks, gambar, vidio, dan tautan bersama audien. Medsos juga bisa membantu pengguna untuk membangun jaringan sosial baik pribadi maupun profesional.

Demikian disampaikan Anggia Zainur Rahmah selaku narasumber pada pelatihan Manajemen Wahana Kesejahteraan Sosial (WKSBM) di Aula Kalurahan Sumberagung, Moyudan, pada Rabu (2/7/2025). Pelatihan Manajemen WKSBM kali ini mengambil tema ‘Medsos dan Pengembangan Jejaring’.

Pada kesempatan itu, Anggia mengupas peran penting medsos dalam WKSBM, baik untuk komunikasi maupun penyebaran informasi.

“Dengan menggunakan platform medsos WKSBM dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, dalam menggalang dukungan program sosial,” ungkapnya.

Anggia yang juga seorang Direktur PT Tangga Media Karya itu pun mengatakan bahwa yang menjadi tantangan saat ini ialah keterbatasan jangkauan, partisipasi, dan dana. “Dari keterbatasan tersebut yang bisa menjadi solusi adalah medsos dan jejaring,” tandasnya.

Dengan medsos, WKSBM dapat menjangkau banyak orang, promosi kegiatan, membangun citra positif, hingga mengajak relawan dan donatur dengan cara kreatif.

“Jaringan itu kekuatan,” tutur Anggia.

Dengan jaringan, kordinasi antar WKSBM dan mitra dapat terjalin. Kemudian proses diseminasi informasi pun berjalan lancar, bahkan kolaborasi kegiatan yang lebih besar, bertukar ide, dan membuka peluang bantuan dari berbagai pihak dapat terwujud.

“Tips agar sukses dan berkelanjutan adalah buat konten yang jujur dan menyentuh hati, posting secara rutin tapi tidak berlebihan,” kata Anggia.

“Selain itu untuk sukses dan berkelanjutan diperlukan generasi muda sebagai admin atau relawan digital, sapa pengikut, jawab komentar atau DM, dan menyimpan data kegiatan sebagai bahan cerita,” sambungnya. (Giek / KIM Moyudan)

image_pdfimage_print
Bagikan: