Sleman – Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kabupaten Sleman memprediksi terjadi lonjakan penggunaan air setiap Lebaran. Berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya, setiap Lebaran kenaikan penggunaan air PDAM mencapai 10 persen.
Demikian diungkapkan Direktur Utama PDAM Sleman, Dwi Nurwanta, kemarin. Dan langkah antisipasi terhadap lonjakan penggunaan air tersebut, salah satunya dengan menambah debit air. Selama ini PDAM Sleman mengoprasionalkan 300 liter perdetik. Sedangkan yang tersedia ada 370 liter perdetik. Jadi masih ada simpanan 70 liter perdetik.
“Karena itu kita jamin ketersediaan air akan cukup selama Lebaran. Kecamatan Sleman, Depok, Mlati, Gamping dan Ngaglik merupakan daerah yang terpantau terjadi lonjakan penggunaan air setiap Lebaran,” kata Dwi.
Sedangkan untuk daerah yang banyak perumahannya, justru turun karena ditinggal mudik oleh penghuninya. Kondisi rumah yang bocor memang menjadi perhatian khusus dari PDAM. Sebab jika ada kebocoran tidak ada yang melapor karena ditinggal mudik penghuninya. Untuk itu PDAM Sleman membentuk tim Unit Reaksi Cepat (URC). Tiap tim terdiri dari 5-7 orang.
“Ada empat tim yang disiapkan, mereka ditempatkan di Sleman barat, tengah, timur dan kantor PDAM,” tutur Dwi.
Selain itu Dwi menjelaskan, petugas juga menyiapkan genset keliling guna mengantisipasi listrik padam. Termasuk armada tangki, sehingga jika terjadi masalah bisa langsung tertangani dengan cepat. Tim mulai bekerja tanggal 16-22 Juli.


