REDKAR Sleman, Garda Terdepan Keselamatan Warga

Sleman – Relawan Pemadam Kebakaran (REDKAR) di Kabupaten Sleman terus menunjukkan kiprahnya sebagai garda terdepan dalam penanggulangan kebakaran dan kedaruratan di tengah masyarakat. Dalam berbagai kejadian seperti kebakaran rumah, lahan pertanian, penyelamatan nyawa manusia, hingga evakuasi satwa liar, kehadiran REDKAR kerap menjadi penentu keselamatan.

Dengan kedekatan wilayah, para relawan mampu merespons wilayah terpencil yang sulit dijangkau. Hal ini disampaikan Ketua REDKAR Sleman, Hermas Risriyanto, saat ditemui dalam kegiatan kesiapsiagaan di Jalan Godean KM 4,5, Minggu malam (7/7/2025).

“Kami bergerak cepat karena mengenal wilayah, memahami pola kejadian di lapangan, dan punya jejaring sosial yang kuat. Dalam kondisi darurat, hal ini sangat membantu warga,” ujar Hermas.

Tak hanya bertugas dalam pemadaman, REDKAR juga aktif dalam kegiatan edukatif. Relawan kerap menggelar sosialisasi pencegahan kebakaran, pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), serta simulasi evakuasi mandiri. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan mengurangi potensi korban serta kerugian.

Menurut Hermas, keberadaan REDKAR turut memperkuat solidaritas sosial dan semangat gotong royong. “Warga semakin sadar bahwa keselamatan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Sleman, melalui Satuan Polisi Pamong Praja, mendukung penuh keberadaan relawan ini berdasarkan arahan dari Kementerian Dalam Negeri melalui Surat Nomor 364.1/2272/BAK tanggal 27 April 2022, tentang percepatan pembentukan relawan pemadam kebakaran.

Berbagai pelatihan, pendampingan teknis, dan pemberian peralatan terus digencarkan. Namun demikian, kebutuhan akan dukungan masih tinggi. Kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan swasta dinilai penting agar para relawan dapat bekerja secara aman dan optimal.

“Kebakaran bisa terjadi kapan saja. Kehadiran relawan di tingkat lokal sangat vital sebagai benteng awal perlindungan,” tegas Hermas.

Ia menambahkan, apresiasi terhadap relawan perlu ditingkatkan. “Mereka adalah pahlawan tanpa pamrih. Layak mendapatkan perhatian dan dukungan lebih besar,” tutupnya. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)

image_pdfimage_print
Bagikan: