Sleman – Pemerintah berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan petani salah satunya dengan pembelian gabah secara langsung ke tempat petani setelah panen. Hal itu dilakukan oleh pemerintah daerah dibawah Kementerian Pertanian RI melalui Bulog (Badan Usaha Logistik) DIY. Mekanisme ini sederhana dan memberikan kemudahan bagi petani dalam menjual hasil panennya.
Salah satu petani di Selomartani, Endang Sri Haryati menyambut baik metode tersebut. Menurutnya strategi tersebut sangat membantu petani terhindar dari tengkulak. Sebab, Bulog langsung membeli gabah dari petani sesuai harga yang telah disepakati kedua pihak. Sehingga transaksi jual beli pun cepat terjadi.
“Setelah disepakati segala sesuatunya dalam waktu yang singkat dan tidak bertele-tele akan terjadi transaksi jual beli dari petani ke pemerintah lewat Bulog. Dengan harga 6.500 per kilogram gabah kering, hasil panen petani akan langsung dibeli dan diangkut oleh Bulog untuk dibawa ke gudang Bulog diseluruh Propinsi DIY,” ungkapnya saat ditemui di Dusun Pondok dan Sutan, Selomartani, Kalasan, Sleman, Rabu (9/7/2025).
Endang pun menyampaikan rasa senangnya, sebab hasil panennya kali ini dibeli langsung di sawah dengan harga yang memuaskan. Adanya pembelian langsung oleh Bulog ke petani juga membantu menstabilkan harga saat panen gabah. Ia pun berharap Bulog mempertahankan metode ini, dan dapat diterapkan untuk komoditas lainnya.
Sementara salah satu Petugas Lapangan Bulog, Alvin memberikan keterangan bahwa program ini merupakan upaya pemerintah untuk membantu kesejahteraan petani dan upaya menstabilkan harga panen petani.
“Kami pesan petani tetap menjaga kualitas produk dan menjual memang sudah saatnya dijual. Karena Bulog juga tetap mengecek hasil produksi dan dengan standar yang tidak merugikan semuanya. Diharapkan dengan sinergi dan kerja sama yang baik dari semuanya menjadikan tujuan pemerintah untuk membantu menyejahterakan petani akan terwujud,” ungkapnya. (Herlambang/Kim Tempel).


