IPAL Komunal, Bukti Kesadaran Warga Kadirojo Jaga Lingkungan

Sleman – IPAL atau Instalasi Pengolahan Air Limbah adalah konstruksi yang mengumpulkan dan mengolah limbah dari sejumlah rumah warga secara kolektif agar aman sebelum dibuang ke lingkungan. IPAL memiliki banyak manfaat dalam konteks kesehatan masyarakat dan pemeliharaan lingkungan.

IPAL mengurangi risiko kuman penyakit karena limbah tidak mencemari lingkungan dan memberikan akses sanitasi yang layak kepada warga. Di sisi yang lain, IPAL mencegah pencemaran sumur penduduk dan sungai dari limbah domestik, serta mencegah bau tidak sedap. Keberadaannya berkontribusi kepada program pemerintah dalam pemenuhan SDGs (Sustainable Development Goals), khususnya butir enam.

Salah satu contohnya ialah IPAL Padukuhan Kadirojo, Margorejo, Tempel yang terletak di pinggir Sungai. Konstruksi IPAL yang dibangun tahun 2016 ini nampak tampak cerah, bersih dan tidak bau.

Mantan Dukuh Kadirojo periode 2002 sampai 2020, Boy Boidi mengatakan IPAL tersebut dibangun dengan partisipasi masyarakat.

“Dana yang diperoleh sebesar 500 juta dan warga berpartisipasi dalam pembangunan saluran dari rumah ke rumah. Seorang warga yang dermawan kemudian mewakafkan tanahnya, untuk instalasi ini,” ungkapnya saat ditemui, Selasa (8/7/2025).

Untuk pemeliharaannya sendiri, Boy mengatakan bahwa warga dipungut biaya yang tidak besar dan dikumpulkan setiap pertemuan warga per RT.

“Kami mengharap warga tidak membuang barang-barang yang sulit terurai ke dalam saluran, demi kelangsungan instalasi ini,” tandas Boy. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)

image_pdfimage_print
Bagikan: