Puskesmas Depok 2 Edukasi Gizi dan Stunting KPM PKH

Sleman – Nutrisionis Puskesmas Depok 2, Beti memberikan sosialisasi penting dalam rangkaian rapat Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH).

Kegiatan yang digelar di Sasana Anglocita Tama, Kantor Kapanewon Depok, ini berlangsung pada Kamis, (10/7/2025), dan dihadiri oleh para keluarga penerima manfaat serta jajaran pengelola program.

Dalam materinya, Beti memaparkan definisi stunting sebagai kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, yang berakibat pada tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan standar usianya. Ia menekankan bahwa stunting bukan sekadar persoalan fisik, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan kognitif dan kesehatan jangka panjang anak.

Lebih lanjut, Beti menguraikan kriteria anak balita yang mengalami stunting, yang biasanya teridentifikasi melalui pengukuran panjang atau tinggi badan yang berada di bawah standar pertumbuhan anak seusianya.

Ia menjelaskan bahwa penanganan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun pertama anak (1000 Hari Pertama Kehidupan), dengan pemberian asupan gizi yang seimbang dan tepat waktu.

“Stunting bukan hanya persoalan tinggi badan yang kurang, tetapi merupakan cermin ketidakcukupan gizi yang berdampak luas pada kemampuan kognitif dan produktivitas anak di masa depan,” ujarnya.

Ia menegaskan, apabila tidak segera diatasi, stunting akan menjadi hambatan serius dalam pembangunan sumber daya manusia.

 “Pencegahan stunting harus menjadi prioritas bersama, dimulai dari pemahaman keluarga akan pentingnya asupan gizi yang tepat sejak kehamilan hingga dua tahun pertama kehidupan anak,” tambahnya.

Menurutnya, peran aktif keluarga dan dukungan lintas sektor menjadi kunci utama untuk memastikan anak-anak kita tumbuh sehat dan mampu menggapai potensi terbaiknya.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan program dari pemerintah saja, tetapi harus ada kesadaran kolektif dari seluruh lapisan masyarakat. Melalui edukasi dan komunikasi yang efektif, kita berharap setiap keluarga penerima manfaat PKH dapat memahami dan menerapkan pola hidup sehat demi mencegah stunting,” ungkap dia.

Beti juga memberikan edukasi tentang pentingnya gizi lengkap dan seimbang untuk pertumbuhan optimal anak, termasuk asupan protein, vitamin, dan mineral.

Ia menyarankan berbagai cara praktis untuk mengatasi dan mencegah stunting di lingkungan keluarga, seperti pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, pemberian makanan pendamping ASI yang bergizi, pemantauan tumbuh kembang secara rutin, serta menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman keluarga penerima manfaat PKH di wilayah Kapanewon Depok tentang pentingnya pemenuhan gizi bagi anak balita sebagai upaya pencegahan stunting.

Melalui kolaborasi yang erat antara Puskesmas, pemerintah daerah, dan masyarakat, program penanggulangan stunting dapat berjalan lebih efektif demi generasi masa depan yang lebih sehat dan berkualitas.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif, dimana para peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait pola makan sehat dan pemantauan kesehatan anak, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap materi yang disampaikan. (Athiful/KIM Depok)

image_pdfimage_print
Bagikan: