Pandai Besi, Peralatan Manual, Kekuatan Tradisional

Sleman – Ditengah membanjirnya peralatan besi berkilau buatan pabrik, petani di desa masih lebih mengandalkan peralatan buatan tangan, baik itu alat rumah tangga, pertukangan atau pertanian. Pandai besi masih tetap hadir, karena dibutuhkan baik untuk penggantian alat yang baru, atau perbaikan alat yang rusak.

Wijiono, seorang pandai besi yang praktik di pinggir Jalan Pasar Ngino, Seyegan, Tempel, Sleman mengatakan bahwa meski pelanggan tak pernah sepi. Ia tetap menjual ataupun memperbaiki alat pertanian yang rusak.

 “Dari berbagai pisau, golok, arit, cangkul, garu, kampak sampai tatah pembelah batu,” katanya sambil memotong pinggir besi cangkul kemudian memukulnya di atas landasan besi, Jumat (18/7/2025).

“Saya di sini tiap hari pasaran Legi. Kliwon saya buka di Pasar Cebongan,” ungkapnya.

Sementara, Samiran pembantunya meniupkan angin melalui dua cerobong silinder vertikal agar bara api arang kembali menyala.

“Bahan bakunya adalah bekas per suspensi mobil. Ada penjual rongsokan yang sering menyetor kepada saya. Dari bahan per, peralatan lebih tajam, awet dan lebih unggul dari buatan pabrik,” imbuh Samiran.

Di tengah ketahanan ekonomi pertanian desa, sosok pandai besi, tetap jadi tulang punggung yang tidak tergantikan. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)

image_pdfimage_print
Bagikan: