Sleman – Pelatihan Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Era Digitalisasi kembali digelar di ruang pertemuan balai Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Sabtu (19/07/2025).
Kegiatan pelatihan ini merupakan kerja sama Forum UMKM Kalurahan Margorejo dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) BINA DESA Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Program tersebut dilaksanakan dalam bentuk workshop interaktif yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang aplikatif bagi para pelaku UMKM.
Hadir dalam kegiatan ini sejumlah pelaku UMKM di Kalurahan Margorejo, Lurah Margorejo yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Carik Margorejo, Ariyanto Wibowo dan Ketua komunitas di FEB UMY Periode 2020/2021, Jejen Jaenul Haq selaku narasumber.
Carik Margorejo dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemasaran digital merupakan pelatihan yang sangat penting.
“Kalurahan Margorejo memiliki beragam jenis usaha produk dan jasa, dengan potensi pengembangan yang luas. Untuk itu pemasaran dalam bentuk digital merupakan salah satu strategi untuk mengenalkan produk. Maka setelah pelatihan ini diharapkan semua peserta bertambah wawasan dan pengetahuannya terutama dalam mengembangkan usahanya menggunakan platform digital baik dalam pembukuan yang dulu manual,” kata Ariyanto.
“Sekarang lebih mudah dengan menggunakan aplikasi guna mengembangkan usaha dan memaksimalkan pemasaran. Untuk itu atas nama pemerintah Kalurahan Margorejo mengucapkan terimakasih kepada adik-adik mahasiswa dari FEB UMY yang telah memberikan ilmu yang mahal ini,” sambungnya.
Selanjutnya Jejen Jaenul Haq yang juga seorang Marketing, Public Relation & Customer Experience PT Jetorbit Teknologi Indonesia menyampaikan bahwa workshop ini mencakup bidang digital marketing, yang membahas berbagai topik penting seperti strategi pemasaran digital, optimalisasi media sosial, pembuatan konten yang menarik, serta penggunaan platform e-commerce.
“Persiapan yang diperlukan saat akan memulai pemasaran digital berupa foto produk, video produk, dan copywriting dalam menyiapkan konten serta materi untuk pemasarannya. Foto produk berfungsi sebagai magnet dalam menarik pembeli, mendorong perluasan informasi sesuai segmentasi pasar, meningkatkan konversi, sebagai iklan dan testimoni dalam media informasi, serta membangun database,” ungkap Jaenul.
“Video produk berfungsi sebagai strategi meningkatkan jangkauan, mengambil data karakter, dan membantu calon pembeli dalam menentukan keputusan. Sementara copywriting berfungsi sebagai leadmagnet. Nanti juga akan kita praktekkan teknik sederhana dalam pengambilan foto produk,” tandasnya.
Jejen menambahkan, strategi untuk meningkatkan dan menjaga performa produk dan performa pelayanan sebagai sarana digital marketing.
“Performa produk berkaitan dengan kualitas dan jaminan tertulis, keunikan jasa dan produk, semangat berinovasi dalam menciptakan variasi produk, menjaga kualitas produk kemudian penting juga untuk membuat daftar manfaat dan testimoni dengan memperhatikan pentingnya merk dan pengemasan,” jelasnya.
“Setelah perfoma produk, maka performa pelayanan juga perlu dicapai, yakni dengan respon cepat terhadap pelanggan, pembayaran mudah, sistem pengiriman nya cepat, handling komplain yang bagus, tersedia layanan COD, dan ready e-commerce. Pada akhirnya bertujuan untuk mencapai dan meningkatkan trafik organik dalam pemasaran digital kita,” pungkas Jaenul.
Lebih lanjut, peserta diajak mengikuti simulasi praktis seperti membuat akun bisnis, merancang konten promosi, hingga memahami dasar – dasar analitik digital. Untuk memperkuat pemahaman, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi studi kasus, diskusi kelompok, serta konsultasi singkat secara langsung dengan pemateri. Dengan pendekatan yang partisipatif ini, workshop tidak hanya berfungsi sebagai sarana edukasi, tetapi juga sebagai ajang bertukar pengalaman dan memperluas jejaring antar pelaku UMKM. (Sih Budi / Kim Tempel)


