Aset BPR Bank Sleman Terbesar se-Indonesia

Bank SlemanSleman– Bank Perkreditan Rakyat  Bank Sleman pada 2015 berhasil memiliki aset terbesar se-Indonesia dan menjadi bank milik pemerintah daerah terbaik.

“Pada Maret 2015 aset BPR Bank Sleman telah menyalip aset Bank Pasar Magelang yang akhir tahun 2014 menjadi nomor satu di Indonesia. Sehingga pada Maret 2015 BPR Bank Sleman mempunyai aset terbesar se Indonesia,” kata Direktur Utama BPR Bank Sleman Muhammad Sigit SE MSi usai mengadakan syawalan bersama karyawan Bank Sleman, Rabu (29/7).

Menurut Sigit, kondisi ini akan terus dipertahankan dan dikembangkan menjadi bank yang sehat, kuat dan mampu menopang pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM) dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sleman.

“Aset yang dimiliki BPR Bank Sleman sampai dengan Juli 2015 untuk total aset mencapai Rp 565 miliar. Dana masyarakat dalam bentuk deposito dan tabungan sebesar Rp 403 miliar dan kredit yang disalurkan kepada masyarakat Rp 472 miliar,” kata Sigit.

Dikatakan Sigit, dana masyarakat yang disimpan di BPR Bank Sleman seluruhnya disalurkan dalam bentuk kredit bagi kemajuan perekonomian masyarakat di Kabupaten Sleman. Hal ini dikarenakan saham yang dimiliki 100 persen dari Pemerintah Kabupaten Sleman maka pemanfaatannya sebesar-besarnya untuk kemajuan perekonomian masyarakat Sleman.

Sigit menambahkan, pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran BPR Bank Sleman, yang telah bekerja dengan penuh semangat bahkan hari libur tetap masuk kerja bagi pelaksanaan tugas di BPR Bank Sleman.

“Atas kerja keras seluruh jajaran ini BPR Bank Sleman dapat tumbuh dan berkembang dengan sangat baik menjadi BPR milik Pemda terbaik di Indonesia dan asetnya terbesar di DIY,” katanya.

Sementara Ketua Dewan Pengawas BPR Bank Sleman, dr Sunartono MKes mengatakan bahwa dirinya mengakui keras dalam mengawasi BPR Bank Sleman, namun apa yang dilakukan demi kemajuan Bank Sleman.

“Kami salut dengan semangat jajaran BPR Bank Sleman karena dalam kurun waktu tiga tahun telah mencapai modal sampai Rp 100 miliar. Sementara, tiga tahun yang lalu asetnya hanya Rp 30 miliar dan ke depan mempunyai cita-cita besar menjadi bank umum.

image_pdfimage_print
Bagikan: