Sanggar Abida Margoagung, Menyemai Bakat Seni dari Pinggiran Desa

Sleman – Setiap Jumat dan Sabtu sore, halaman sebuah rumah sederhana di Desa Margoagung, Seyegan, Sleman, selalu dipenuhi anak-anak yang duduk lesehan beralas tikar. Mereka membawa alat gambar, mewarnai, dan melukis ditemani orang tua. Inilah suasana Sanggar Abida (Anak Baik Indonesia), ruang belajar seni yang menjadi oase kreativitas di pinggiran desa, tepat di seberang kebun jagung.

Sanggar ini digagas Sulistiyono, lulusan Sekolah Menengah Seni Rupa Yogyakarta angkatan 1993. Sejak berdiri pada 2015, sanggar ini tidak pernah sepi peminat. “Murid saya mulai dari TK sampai SMA. Minat melukis di desa sangat tinggi, mungkin karena sekarang peralatan menggambar sudah terjangkau,” kata Sulistiyono saat ditemui, Sabtu (19/7/2025).

Selain mengelola sanggar, Sulistiyono juga aktif mengajar seni rupa di 10 TK dan 9 SD di pelosok Sleman. Ribuan anak pernah menjadi muridnya, banyak di antaranya meraih prestasi dari tingkat kalurahan hingga nasional.

Metode belajarnya terbilang unik. Ia tidak membatasi kreativitas anak-anak, bahkan membebaskan mereka bereksperimen dengan media. “Tidak ada tekanan, bebas berekspresi. Kalau mau mewarnai pakai ujung jari juga boleh. Seni itu juga cara bermain, asal tidak mengganggu yang sedang menggambar, supaya tidak membosankan,” ujarnya sambil tersenyum, menunjuk beberapa anak yang asyik bermain di halaman.

Pria yang juga aktif di Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) ini dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap pengembangan bakat seni di desa. Kehadirannya menjadi kebanggaan warga Margoagung karena membuka ruang bagi anak-anak untuk mengenal seni sejak dini.

“Kalurahan Margoagung beruntung memiliki sosok seperti Pak Sulistiyono, yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menggerakkan edukasi seni dari akar rumput,” ujar salah satu warga yang turut mendampingi anaknya belajar.

Dengan kesederhanaan dan ketekunan, Sanggar Abida menjadi bukti bahwa seni bisa tumbuh di mana saja, bahkan di pinggir desa asal ada ruang untuk menumbuhkan minat dan imajinasi anak-anak. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)

image_pdfimage_print
Bagikan: