Sleman – Dalam semangat kolaborasi dan kemanusiaan, SMA Negeri 1 Gamping menggelar kegiatan donor darah di aula sekolah, Jumat (25/7/2025). Tak hanya melibatkan siswa, guru, dan alumni, kegiatan ini juga menggandeng personel TNI dari Koramil 17/Gamping serta Polsek Gamping, menjadikannya momen sinergi yang hangat dan inspiratif.
Kehadiran aparat berseragam memberi warna tersendiri. Mereka tak hanya menyumbangkan darah, tapi juga menyuntikkan semangat bagi para siswa untuk berani berpartisipasi. Wibawa dan keteladanan mereka menjadi pemantik semangat solidaritas di kalangan pelajar.
“Ini implementasi nyata pendidikan karakter. Sekolah adalah tempat menanamkan empati dan kepedulian sosial,” ungkap Serda Heri Prabowo, Babinsa Banyuraden.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan sosial adalah bagian dari pengabdian prajurit kepada masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga kemanusiaan.
Hal senada disampaikan Bripka Suyanto, Bhabinkamtibmas Banyuraden, yang menegaskan kehadiran polisi dalam kegiatan kemasyarakatan seperti donor darah merupakan bentuk pelayanan nyata.
“Kami ingin hadir tak hanya saat ada masalah, tapi juga saat masyarakat membutuhkan uluran tangan,” ujarnya.
Kegiatan ini turut didukung oleh PMI Kabupaten Sleman yang mengelola proses donor dan edukasi. Selain donor darah, peserta juga mendapat pemeriksaan kesehatan gratis dan penjelasan tentang manfaat donor bagi tubuh dan bagi sesama.
Para siswa mengaku terinspirasi. Banyak yang semula ragu, akhirnya turut mendonorkan darah setelah melihat langsung anggota TNI-Polri menjadi peserta pertama. Antusiasme ini menjadi bukti bahwa aksi kecil bisa membentuk kesadaran besar tentang pentingnya kepedulian sosial.
Donor darah ini berhasil mengumpulkan puluhan kantong darah, yang akan sangat bermanfaat bagi pasien-pasien di rumah sakit.
Melalui kegiatan ini, SMAN 1 Gamping menunjukkan bahwa pendidikan yang membumi tak sekadar soal akademik, melainkan juga tentang menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan cinta tanah air. Kehadiran TNI-Polri memperkuat pesan itu dengan nyata: bahwa gotong royong dan solidaritas adalah jantung dari pengabdian. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)


