Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman memiliki komitmen yang tinggi untuk melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya lokal. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mewujudkan komitmen tersebut adalah kegiatan pembinaan sanggar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman.Â
Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Sri Murni Rahayu, SH, MM terkait dengan telah dilakukannya pembinaan sanggar tahun 2015 bersamaan dengan pembinaan sanggar yang perdana di Sanggar Tari “Sekar Laras” di Pondok Wonolelo Widodomartani Ngemplak Sleman, Senin (3/8).
Sri Murni Rahayu juga mengungkapkan bahwa keberadaan sanggar memiliki peran yang strategis dalam upaya untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya lokal. Upaya pelestarian dan pengembangan seni budaya lokal menjadi suatu hal yang penting saat berbicara masalah globalisasi. Dalam hal ini melalui pendalaman dan kecintaan terhadap seni dan budaya lokal akan dapat menjadi filter yang kuat terhadap derasnya pengaruh arus globalisasi.
“Oleh karenanya kesadaran dan kecintaan terhadap seni budaya lokal hendaknya ditanamkan sedini mungkin kepada generasi muda,” kata Sri Murni.
Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman, Ir AA Ayu Laksmi Dewi TP MM menambahkan dalam pembinaan sanggar yang pertama kali tersebut juga ditampilkan beberapa kesenian diantaranya Hadroh, Tari Gambyong, Tari Pudyastuti, Tari Klana Radja, Srandul, Karawitan Remaja, Jathilan dan Fragmen “Babad Alas Malelo”.
Dikatakan Ayu pembinaan sanggar berikutnya akan dilakukan tanggal 11 Agustus 2015 di Sanggar Karawitan “Luhur Wiromo Budoyo Krajan Sidoluhur Godean, 14 Agustus 2015 di Sanggar Tari Cakra Kembang” Pangukan Tridadi Sleman, 15 Agustus 2015 di Sanggar Kobra Siswa “Tunas Muda” Gadung Bangunkerto Turi, dan 25 Agustus 2015 di Sanggar Kethoprak “Mudho Budhoyo” Ngrajeg Wetan Tirtoadi Mlati.


