SPPG Margomulyo Uji Coba dan Uji Beban Pelaksanaan MBG

Sleman – Sebanyak 358 anak TK dan SD menjadi sasaran uji coba dan uji beban pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Margomulyo, Seyegan. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada hari Jumat (1/8/2025).

Hal itu diungkapkan Direktur Bumkalma Seyegan, Margo Manunggal, Tri Kusuma dalam laporannya pada acara do’a bersama menandai mulai beroperasinya dapur MBG pada Kamis (31/7/2025), di Kantor SPPG Margomulyo, Padukuhan Jingin, Kalurahan Margomulyo, Seyegan, Sleman.

SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) adalah unit layanan yang menyediakan makanan bergizi, terutama untuk anak-anak sekolah, dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diselenggarakan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). SPPG berperan sebagai dapur umum yang memastikan kualitas, distribusi, kebersihan, dan pengelolaan limbah makanan bergizi sesuai standar.

Di Seyegan sendiri, SPPG merupakan salah satu unit usaha BUMKalma dalam pemenuhan MBG yang menurut rencana mulai dilaksanakan pada hari Senin mendatang. Menempati areal seluas 1200 M2 dengan luas bangunan 650 M2, merupakan bangunan yang ideal dengan fasilitas yang standart.

Pengelola MBG sendiri yang merupakan rekruitment BGN terdiri dari Ketua SPPG, akuntan, ahli gizi, asisten lapangan dan cheft profesional. Adapun tenaga kerja yang terlibat di dapur umum tersebut sebagian besar adalah masyarakat setempat dan warga Seyegan.

Hadir dalam do’a bersama tersebut, Panewu Seyegan dan jajarannya, Polsek dan Koramil Seyegan, Lurah beserta staf, Pengurus BUMKalma, Dewan Penasehat dan Dewan Pengawas BUMKalma, pendamping desa, tokoh masyarakat wilayah setempat.

Wilayah Seyegan sendiri hingga saat ini baru memiliki 3 SPPG. Selain di Margomulyo, dapur MBG tersebut juga ada di Kalurahan Margodadi dan Margoluwih.

Panewu Seyegan, Agung Indarto dalam sambutan menyampaikan apresiasinya kepada SPPG Margomulyo yang merupakan unit usaha BUMKalma dalam pemenuhan MBG yang melayani wilayah Margomulyo, Margoagung dan sebagian Margodadi.

“Dalam pelaksanaannya, SPPG hendaknya selalu berkoordinasi dengan pihak pihak terkait seperti puskesmas, polsek, koramil dan kalurahan setempat. Hal ini dikarenakan di samping menyasar anak sekolah, ibu hamil dan balita juga menjadi sasaran MBG,” pesan Agung.

Diakhir pengarahannya, Agung berharap kegiatan dapur MBG dapat memberi keuntungan sehingga kedepannya BUMKalma semakin berkembang. Hal senada juga disampaikan oleh Penasehat BUMKalma, Jalmo Susilodiprojo yang juga Lurah Margodadi. Pada kesempatan itu, Jalmo menekankan adanya sinergitas antara BUMKalma dengan stakeholder yang ada di wilayah Seyegan.

Acara dilanjutkan dengan do’a yang dipimpin oleh H. Sutriman dan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Panewu Seyegan yang diserahkan kepada Ketua Dewan Penasehat BUMKalma. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)

image_pdfimage_print
Bagikan: