Sleman – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Dana Keistimewaan meluncurkan program pertanian terpadu di lahan seluas 6.000 meter persegi di Padukuhan Sonoharjo, Kalurahan Margokaton, Kapanewon Seyegan. Program strategis Gubernur DIY ini bertujuan mengoptimalkan Tanah Kas Desa (TKD) sekaligus mengurangi angka kemiskinan melalui sistem integrated farming yang menggabungkan peternakan domba Garut dengan budidaya hortikultura.
Acara serah terima program yang digelar Jumat (1/8) di Komplek Integrated Farming Sonoharjo ini dihadiri oleh Panewu Seyegan Agung Indarta, Lurah Margokaton Anggit Bimanyu, serta berbagai pemangku kepentingan lokal. Program dengan anggaran Rp 300 juta ini akan mengembangkan 22 ekor domba Garut unggulan dan budidaya cabai serta mentimun dalam satu sistem yang saling mendukung.
“Konsep green clean kohe yang kami terapkan memungkinkan kotoran domga (domba garut) diolah menjadi pupuk organik untuk menyuburkan tanaman hortikultura di lahan yang sama,” jelas Anggit Bimanyu, Lurah Margokaton. Sistem terpadu ini diharapkan dapat menjadi model yang bisa direplikasi di wilayah lain di Margokaton.
Johan Fajar Saputra dari Management Wasesa selaku pendamping program menjelaskan bahwa 22 domba Garut yang terdiri dari 4 jantan dan 18 betina (7 di antaranya sedang bunting) akan dikembangkan melalui sistem breeding.
“Target kami tahun ini adalah pembelajaran, dengan harapan populasi bisa mencapai 50 ekor di tahun berikutnya dan lahan berkembang dari 4.000 meter persegi menjadi 1 hektar,” papar Johan.
Panewu Seyegan Agung Indarta menekankan pentingnya pendampingan intensif untuk memastikan keberhasilan program.
“Ini adalah program berkelanjutan yang diharapkan bisa menurunkan angka kemiskinan. Keseriusan pengelolaan akan menentukan kelanjutan dukungan dana di masa depan,” tegas Agung.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin KH. Parjono dan simbolis pengguntingan pita serta penyerahan 22 ekor domba kepada Kelompok Ternak Anugerah Mendo. Program ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan aset desa secara optimal dan berkelanjutan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)


