Sleman – Sebanyak 24 kepala SMA/SMK/MA/SLB Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman mengikuti kegiatan Evaluasi dan Refleksi Pendidikan Muhammadiyah yang digelar Majelis Dikdasmen-PNF PWM DIY di UMY Student Dormitory, Selasa (5/8/2025) . Forum ini menjadi kelanjutan Program Pendidikan Khusus Kepala Sekolah Muhammadiyah (Diksuspala) untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan pendidikan.
Kegiatan bertujuan mengevaluasi kebijakan pendidikan, efektivitas manajerial sekolah, serta merancang inovasi yang relevan dengan tantangan zaman. Muhammad Ikhwan Ahada, Ketua PWM DIY, menegaskan keunggulan sebagai inti pendidikan Muhammadiyah.
“Unggul bukan sekadar baik, tapi harus menjadi yang terbaik. Ini tercermin dalam konsep khair di Al-Qur’an yang menuntut selektivitas, komparasi, dan kompetisi,” tegas Ikhwan. Ia menekankan pentingnya kualitas lulusan, tata kelola, sarana memadai, dan sistem penjaminan mutu sebagai prasyarat keunggulan.
Achmad Muhammad, Ketua Majelis Dikdasmen-PNF PWM DIY, menambahkan peran kepala sekolah sebagai agen perubahan. “Kepala sekolah harus aktif membangun kolaborasi, bukan hanya mengurus administrasi. Ta’awun (gotong royong) dan inovasi adalah kunci menjawab tantangan pendidikan,” ujarnya seraya mengutip keteladanan K.H. Ahmad Dahlan.
Forum menghadirkan sesi berbagi praktik baik dari para praktisi, termasuk Hery Nugroho (Kepala SMA Muh 1 Yogyakarta) dan Sigit Rahmadiantoro (Kepala SMK Muhammadiyah Prambanan). Kegiatan ini diharapkan memperkuat sinergi antarsekolah Muhammadiyah dalam mewujudkan pendidikan Islam yang berkemajuan. (Athiful/KIM Depok)


