Isi Prasasti Candi Kedulan Mulai Terkuak

Sleman – Prasasti yang ditemukan di Candi Kedulan akhir bulan lalu, mulai terkuak. Secara garis besar, prasasti tersebut berisi tentang penetapan ‘sima’ atau suatu daerah  yang merupakan anugerah raja yang ditetapkan menjadi daerah perbukitan untuk kepentingan  tertentu. Seperti bangunan suci, bendungan atau kepentingan lainnya.

Hal tersebut diungkapkan pakar ‘epigrafi’ (suatu keahlian yang memang bisa membaca tulisan dari masa lampau seperti prasasti) Jogja, Djoko Dwiyanto MHum. Meski belum membaca secara menyeluruh namun untuk struktur dipastikan sama dengan prasasti yang ditemukan sebelumnya di Candi Kedulan.

Jika dalam dua prasasti sebelumnya berisi ‘dawuhan’ untuk membuah bendungan, sekarang ini tidak. Melainkan lebih lengkap karena terdapat 25 baris aksara Jawa Kuno. Dia berharap prasasti tersebut berisi terkait tanah ‘sima’ untuk mendirikan bangunan suci yang kini disebut Candi Kedulan.

“Apakah memang benar nama bangunannya Kedulan atau apa, masih belum tahu. Termasuk peruntukkan bangunannya untuk apa dan dimana masih terus kita kaji. Sebab ketika ditemukan prasastinya sudah dalam kondisi patah menjadi dua,” katanya di kantor Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCBB) Jogja, kemarin.

Menurutnya, prasasti tersebut ditulis pada 791 tahun saka atau 869 masehi pada kepemimpinan Sri Maharaja Rake Kayuwangi Raja Sri Sajanot Sawatungga. Kepastian itu berdasarkan isi pembuka dalam prasasti terdapat tulisan “om sangkara”yang merupakan salam pembuka Agama Hindu.

Hal terpenting yang sedang berusaha dia temukan dalam prasasti tersebut, yakni ‘sambandha  yang merupakan alasan ditetapkannya prasasti itu untuk apa. Seperti prasasti sebelumnya yang berisi perintah untuk membuat bendungan.

image_pdfimage_print
Bagikan: