SlemanĀ – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI meresmikan tata pencahayaan destinasi wisata sejarah budaya Candi Sambisari di Purwomartani Kecamatan Kalasan Sleman, Sabtu (8/8) sore.
“Peresmian tata pencahayaan di Candi Sambisari ini diharapkan dapat semakin meningkatkan daya tarik kunjungan wisatawan,” kata Sri Purnomo.
Menurut Sri Purnomo, dengan penambahan tata pencahayaan ini maka Candi Sambisari dapat menjadi alternatif wisata malam hari di wilayah Kabupaten Sleman.
“Namun ini tentunya juga harus diikuti dengan pengelolaan yang lebih profesional. Termasuk retribusi yang saat ini masih terlalu murah yakni Rp 2.000 untuk dewasa dan Rp 1.000 untuk anak-anak. Dengan harga yang lebih mahal maka pengunjung juga akan lebih menghargai warisan budaya ini,” katanya.
Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM mengatakan, penata cahayaan Candi Sambisari merupakan upaya Pemkab Sleman untuk meningkatkan sarana prasarana objek wisata.
“Penambahan lampu-lampu ini dimaksudkan untuk meningkatkan daya tarik Candi Sambisari sehingga wisatawan yang berkunjung dapat lebih meningkat,” katanya.
Ayu juga mengatakan, penatacahayaan Candi Sambisari dengan lampu LED sorot 12 lampu utama masing-masing 60 watt (baru terpasang 8 lampu utama).
“Kemudian sekitar 80 lampu `landscape` bervariasi 5 hingga 12 watt, dan lampu-lampu `wall-washer`. Saat ini baru terpasang dengan 480 watt dari rencana sekitar 2.000 watt lebih,” katanya.
Ayu menambahkan, lampu tersebut berteknologi Jerman produksi Tiongkok.
“Kelebihan lampu-lampu tersebut `water proving` yang mampu bertahan hingga 10 tahun lebih, selain itu lampu dapat set program tampilan warnanya,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatangan nota kesepahaman antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang diwakili Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta dengan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mengelola situs-situs peninggalan sejarah budaya untuk pengembangan destinasi wisata.
Penandatanganan dilakukan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo dan Kepala BPCB Jogja Tri Hartono.
“Di Kabupaten Sleman, masih ada sejumlah candi yang siap dipasarkan, meskipun sarana dan prasarana belum mencukupi. Kami berharap dukungan pemerintah daerah untuk pengembangan dan dapat menbambah kesejahteraan warga sekitar,” tambah Ayu.


