Sleman – Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Sleman, Ir Widi Sutikno MSi mengatakan di Sleman tidak terdampak terhadap harga daging sapi yang tinggi. Sebab harga daging sapi di Sleman masih normal berkisar antara Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu per kg.
“Dari hasil pantauan yang kami lakukan harga daging sapi di Sleman tidak seperti di Jakarta yang cukup tinggi. Di Sleman harganya masih normal sehingga tidak perlu dikhawatirkan,” kata Widi kepada wartawan di Pemkab Sleman, Selasa (11/8).
Dijelaskan Widi, populasi sapi di Sleman mencapai 51 ribu ekor yang tersebar di 17 Kecamatan di Sleman dan populasi ini merupakan potensi alamiah. Dengan demikian Sleman tak terdampak dengan harga daging yang tinggi.
Widi memperkirakan kenaikan harga daging sapi ini karena ada permainan pedagang besar untuk menahan sapi menjelang Idul Adha sehingga yang terjadi permintaan menjadi banyak persediaan kurang. Namun untuk Kabupaten Sleman lanjut Widi, persediaan sapi untuk beberapa bulan ke depan masih banyak apalagi populasinya juga cukup banyak.
“Harapan kita kepada masyarakat, sapi di Sleman dipertahankan utamanya yang betika karena betina merupakan pabrik sapi,” kata Widi.
Selain itu antisipasinya dalam jangka panjang dilakukan dengan pola gertak birahi pada sapi betina yaitu dengan melakukan inseminasi buatan. Sehingga populasi sapinya lebih banyak lagi.
Widi juga menambahkan akan mengembalikan populasi sapi putih meski sapi metal juga masih bisa dikembangkan. Disisi lain juga akan membatasi transaksi sapi yang luar biasa sehingga ketersediaan sapi masih banyak di Sleman.


