Membuat Hujan Buatan, Butuh Biaya Banyak

Sleman – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Geofisika Kelas 1 Jogja telah menyatakan jika saat ini Kabupaten Sleman sedang mengalami kekeringan ekstrim. Berdasarkan kondisi ini, tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan hujan buatan.

Berdasarkan kondisi sekarang, bisa saja dilakukan hujan buatan, tetapi tetap harus mempertimbangkan dari segi biayanya. Jika memang lebih murah droping air, lebih baik itu saja,” kata Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Jogja. Tony Agus Wijaya, Kamis (13/8).

Memang ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi sebelum dilakukan hujan buatan. Seperti adanya bibit-bibit awan. Jika kondisi langitnya cerah sama sekali, akan sulit turun hujan.

“Harus ada sekumpulan awan-awan untuk disemai dengan garam, sehingga bisa menurunkan hujan,” kata Tony.

Terkait biaya, harus benar-benar dipertimbangkan. Jika memang lokasi hujan buatan bisa memberikan manfaat luas bagi masyarakat tidak masalah. Harus diperhatikan dari segi ekonomis mengingat biaya yang dibutuhkan juga tidak sedikit.

“Di daerah waduk misalnya. Lokasi tersebut cukup menguntungkan dari segi biaya. Sebab air hujannya bisa meningkatkan penjualan listrik. Itu tidak masalah,” jelasnya.

Sementara Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi tidak memungkiri jika tahun ini wilayah Sleman akan mengalami kemarau panjang akibat dari peristiwa El Nino. Namun terkait hujan buatan, membutuhkan koordinasi antar semua pihak.

“Pemerintah pusat memang sudah mencanangkan ada hujan buatan untuk beberapa daerah yang mengalami kemarau panjang. Namun untuk diterapkan di Sleman, tidak bisa begitu saja,” kata Gatot.

Selama menghadapi kemarau panjang ini hal yang perlu diperhatikan terutama di sektor pertanian. Sebab ada sejumlah komoditas yang memang bisa tumbuh sumur ketika musim kemarau.

Seperti tembakau dan buah-buahan lain. Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, dr Sunartono MKes mengungkapkan, perubahan iklim yang terjadi sekarang ini tidak lepas dari peran manusia. Untuk itu, Sunartono mengharapkan kepada seluruh lapisan masyarakat terutama warga Sleman untuk bisa bersama-sama menjaga keseimbangan alam.

Menurut Sunartono masyarakat juga harus bisa berbuat sesuatu. Jika hanya mengandalkan pemerintah saja, tentu akan sulit. Yang dilakukan bisa dengan memperbanyak resapan air, seperti lubang biopori atau menanam pohon. Sebab yang terjadi selama ini, banyak resapan dan saluran air sudah tertutup semen. Ini tentu menjadi perhatian bersama.***

image_pdfimage_print
Bagikan: