Kohe: Rezeki dari Kandang bagi Peternak Domba Dusun Temu Lawak

Sleman – Bagi sebagian orang, kotoran domba hanyalah limbah yang kotor dan berbau. Namun bagi peternak, justru di situlah tersimpan rezeki. Kohe kambing, begitu mereka menyebutnya, ternyata memiliki nilai jual yang tak sedikit.

Rubiyanta, pemilik kandang domba “Berkah Padi 33 Farm” yang terletak di Dusun Temulawak, Kelurahan Triharjo, menjelaskan bahwa ada petani luar kota yang memesan kotoran domba yang masih basah sebagai pupuk.

“Ada petani dari luar kota yang memesan kotoran domba yang baru dan masih basah. Namun ada juga yang lebih menyukai yang sudah diproses,” katanya sambil menunjuk beberapa karung kotoran domba yang siap diantar, Selasa (19/08/2025).

“Proses pengolahan kotoran domba dimulai dengan penjemuran, setelah kering kemudian digiling sehingga hancur. Kemudian dicampur dengan bahan tambahan sehingga menjadi pupuk lengkap. Terakhir, dibubuhi zat katalisator untuk mempercepat proses peragian yang terjadi dalam karung, sehingga menghasilkan butiran lembut yang tak berbau. Jenis bubuk ini menjamin penyerapan oleh akar tanaman lebih cepat,” sambungnya.

Kualitas kohe domba memang dikenal tinggi. Sekali ditebarkan di lahan, manfaatnya bisa dirasakan hingga dua musim tanam. Tidak hanya kotorannya, urine domba pun memiliki nilai. Air seni itu ditampung dalam wadah khusus, kemudian diolah menjadi pupuk cair yang tak kalah bermanfaat.

“Untuk mempermudah proses pengambilan kotoran dan urine domba, lantai kandang dibuat tinggi, model panggung dan kotoran serta urine dialirkan pada talang terpisah. Dengan demikian tidak ada yang terbuang sia-sia,” jelasnya.

Dari sekitar 300 ekor domba, ia berhasil mengumpulkan antara 150 sampai 180 kg kotoran per hari.  Dari kotoran hingga urine, semua membawa berkah. Bagi peternak, setiap tetes dan butir yang jatuh dari kandang domba adalah rezeki yang terus mengalir. (Sadhono Hadi/KIM Tempel Sleman)

image_pdfimage_print
Bagikan: