Petrokimia Gresik Perkenalkan Teknologi Drone untuk Modernisasi Pertanian di Seyegan

Sleman – PT Petrokimia Gresik, melalui inisiatif Petro Spring, memperkenalkan teknologi drone sebagai bagian dari solusi smart precision farming untuk memodernisasi sektor pertanian. Sosialisasi ini disampaikan di hadapan para ketua kelompok tani dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Kapanewon Seyegan dalam rapat koordinasi penyusunan ERDKK Kapanewon Seyegan Tahun 2026, yang berlangsung di RM Gendhuk Wulan pada Kamis (28/8/2025).

Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DP3) Kabupaten Sleman, Kepala BP4 Wilayah 3, Kapolsek Seyegan, perwakilan Kawat Kemakmuran Kapanewon Seyegan, serta PT Pupuk Indonesia.

Bayu, mekanik dari Petrokimia Gresik, memaparkan bahwa Petro Spring merupakan inisiatif pertanian presisi yang bertujuan mentransformasi praktik budidaya tradisional dengan teknologi mutakhir. “Kerja sama antara Petro Spring dan petani umumnya berbentuk kemitraan agribisnis, di mana perusahaan menyediakan berbagai dukungan untuk proses budidaya pertanian,” ujarnya.

Salah satu teknologi unggulan yang ditawarkan adalah drone penyemprot pupuk dan pestisida. Drone jenis T20, misalnya, mampu mengangkut 20 liter cairan dan menyemprot area seluas 1 hektar hanya dalam waktu 30 menit, dengan durasi baterai sekitar 10 menit per pengisian.

Tidak hanya untuk penyemprotan, drone dari Petro Spring juga dilengkapi dengan teknologi Internet of Things (IoT), Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) untuk pemantauan kesehatan tanaman melalui citra infra-merah, serta soil test kit untuk pemetaan kebutuhan hara tanah. Kombinasi teknologi ini memungkinkan pemberian dosis pupuk dan pestisida yang lebih presisi sesuai dengan kondisi spesifik setiap lahan.

“Petro Spring secara aktif memfasilitasi penggunaan drone sebagai bagian dari transformasi digital di sektor agrikultur. Kemampuannya dalam penyemprotan yang efisien dan pengumpulan data presisi bertujuan untuk mempercepat proses, menghemat biaya, dan meningkatkan hasil pertanian,” tambah Bayu.

Selain penyediaan teknologi, bentuk kerja sama yang ditawarkan meliputi penyediaan sarana produksi pertanian (saprotan) seperti pupuk dan pestisida, yang dapat diakses melalui skema subsidi, kredit, atau sistem bayar setelah panen (pay later). Petro Spring juga memberikan pelatihan dan pendampingan teknis kepada petani mengenai teknik pertanian ramah lingkungan dan peningkatan produktivitas.

Tujuan dari kemitraan ini adalah untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian, memberdayakan petani secara ekonomi dan teknis, serta membangun hubungan yang saling menguntungkan antara perusahaan dan petani.

Pada kesempatan tersebut, diperkenalkan pula promo aplikasi spraying menggunakan drone dengan skema harga yang bervariasi berdasarkan luas lahan. Untuk lahan 0–20 hektar, biaya aplikasi Rp250.000 per hektar; lahan 4–25 hektar Rp225.000 per hektar; dan lahan di atas 25 hektar Rp200.000 per hektar. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)

image_pdfimage_print
Bagikan: