Warga Sleman Timur Pererat Kebersamaan Melalui Perlombaan Antar-Dusun

Sleman – Warga di wilayah Sleman Timur, tepatnya di perbatasan antara Yogyakarta dan Klaten, menggelar perlombaan antar-dusun pada pagi hari, Minggu (31/8/2025). Acara yang diikuti oleh Dusun Kebon (RT 1 hingga RT 3) dan Dusun Kramen (RT 4 dan RT 5) ini diselenggarakan oleh PKK Melati Pedukuhan Kebon sebagai upaya mempererat tali persaudaraan dan menjaga semangat gotong royong.

Laras Asih, salah satu panitia, menuturkan bahwa perlombaan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga sarana hiburan dan penguatan kebersamaan antarwarga. “Semua RT yang ikut serta berhak mendapatkan hadiah ayam, sehingga tidak ada yang merasa kalah,” ujarnya kepada Arief Hartanto pada Senin (1/9).

Acara diawali dengan senam bersama yang diikuti seluruh peserta dan warga sekitar. Sambutan disampaikan oleh Ketua Panitia dan Dukuh Kebon, Nurcahyo, yang menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. “Kami memberikan tambahan hadiah berupa uang sebesar Rp50.000 untuk juara pertama di setiap cabang lomba sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi warga,” tambah Nurcahyo.

Hadiah utama berupa ayam potong merah dan ayam putih dipilih karena selain bernilai ekonomis, juga melambangkan keberkahan dan kebersamaan dalam masyarakat.

Berbagai cabang lomba unik dan menghibur diselenggarakan, seperti Lomba Taplak Bola, Estafet Neker dalam Sendok, Estafet Memindahkan Gelas dengan Sedotan di Mulut, serta Estafet Menyusun Huruf Jawa Hana Caraka. Lomba terakhir khusus dirancang untuk melestarikan budaya dan mengenalkan aksara Jawa kepada generasi muda.

Dukungan juga datang dari Bakso Mbak Susan yang menyediakan bakso dan es teh gratis bagi seluruh peserta usai perlombaan. Hal ini turut menambah semarak dan kehangatan suasana.

Antusiasme warga terlihat tinggi selama mengikuti perlombaan dan menikmati hidangan yang disediakan. Kegiatan semacam ini dinilai sangat positif, tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga.

Melibatkan seluruh lapisan masyarakat, acara ini berperan penting dalam memperkuat solidaritas dan mengurangi potensi konflik sosial. Pengenalan budaya lokal melalui lomba aksara Jawa juga menjadi nilai tambah bagi pelestarian warisan budaya. (Arief Hartanto/KIM Turi)

image_pdfimage_print
Bagikan: