Sleman – Pemerintah Kapanewon Berbah menggelar bimbingan teknik New Posyandu, Selasa (2/9/2025) di Pendopo Kepanjen Kapanewon Berbah.
Bintek New Posyandu yang dipandu Kepala Jawatan Sosial Berbah ini, Murjiyanta dihadiri Panewu Berbah, Forkompim Berbah, Pamong Kalurahan se-Kapanewon Berbah, guru beserta kader posyandu.
Panewu Berbah, Djaka Sumarsono menuturkan posyandu kini bertransformasi menjadi layanan terpadu dari seluruh siklus kehidupan masyarakat, mulai dari bayi lahir sampai lansia. Pelayanan terpadu sebagai upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada warga di tingkat desa atau kalurahan.
“New Posyandu merupakan pendekatan pelayanan masyarakat dari pemerintah secara langsung,” ujarnya.
Djaka menambahkan untuk memberikan pelayanan yang mencakup banyak bidang, maka perlu adanya bimbingan teknik kepada kader posyandu dan pemangku kebijakan, untuk mengenal lebih rinci tentang implementasi pelaksanaan New Posyandu.
“Keterlibatan dari banyak pihak akan memberikan pelayanan posyandu lebih optimal,” jelasnya.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas PMK kabupaten Sleman, Ekowati menyampaikan bahwa Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 tahun 2024, menjadi dasar pelaksanaan New Posyandu atau posyandu 6 SPM.
New posyandu adalah program posyandu yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Posyandu ini melayani enam bidang yang ditetapkan sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial serta ketentraman, ketertiban umum serta perlindungan masyarakat.
“Dengan cakupan pelayanan 6 SPM, memberikan kesempatan kepada kader posyandu untuk memberikan pelayanan lebih luas kepada masyarakat,” ujar Ekowati.
Adapun enam bidang tersebut ialah pertama, pelayanan kesehatan dengan memberikan pelayanan kesehatan dasar pemeriksaan ibu hamil, balita, gizi, imunisasi serta penanganan penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi.
Pelayanan kedua, memberikan dukungan untuk anak anak usia dini memperkuat literasi dan akses pendidikan. Pelayanan ketiga, membantu masyarakat mengakses layanan air bersih mendukung infrastruktur dasar melalui dinas pekerjaan umum.
Keempat, aktif terlibat dalam identifikasi dan penyediaan rumah layak huni serta edukasi lingkungan sehat. Kelima, layanan bidang sosial dengan melakukan pendataan dan memfasilitasi penyaluran bantuan sosial bagi warga miskin dan rentan miskin pada lingkungannya.
Layanan keenam adalah berpesan dalam penyuluhan pasca bencana, pencegahan kekerasan serta pengawasan ketertiban umum.
“Adapun transformasi posyandu meliputi kelembagaan, layanan dan cakupan sasaran,” kata Ekowati.
Ia pun mengatakan tujuan utama New Posyandu di antaranya ialah meningkatkan kualitas pelayanan dengan menggabungkan berbagai layanan dalam satu wadah. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mempercepat penyampaian bantuan. Kemudian meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Memastikan masyarakat termasuk ibu hamil, anak dewasa dan lansia mendapatkan layanan yang dibutuhkan pada tingkat kelurahan dan desa,” pungkasnya. (Kusnad KIM Berbah)


