Sleman — Puskesmas Depok II menyelenggarakan rapat koordinasi (rakor) kader posyandu pada Rabu, (3/92025), di Aula Puskesmas Depok II. Kegiatan ini diikuti oleh 40 kader yang mewakili 40 Posyandu dari wilayah Kalurahan Condongcatur.
Dalam kesempatan tersebut, salah satu pengampu kegiatan, Bernardeta Dewantari memaparkan materi mengenai mekanisme skrining kesehatan bagi peserta BPJS, baik Penerima Bantuan Iuran (PBI) maupun peserta mandiri.
Ia menegaskan pentingnya skrining kesehatan minimal satu kali dalam setahun sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit.
Selain itu, Bernardeta juga memperkenalkan aplikasi Satu Sehat sebagai sarana pendaftaran layanan kesehatan secara digital, termasuk akses terhadap layanan CKG (Cek Kesehatan Gratis) di Puskesmas.
“CKG ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis,” jelasnya.
Tak hanya itu, salah satu pengampu gizi puskesmas, Berty turut menyampaikan informasi mengenai pelaporan MP-ASI yang dilakukan setiap triwulan, yaitu pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember 2025.
Ia juga menjelaskan mekanisme pengisian blangko pelaporan yang harus dilaksanakan oleh para kader.
Lebih lanjut, rakor kali ini juga membahas perkembangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di Sumenep yang menjadi perhatian bersama, dan penyusunan agenda kegiatan posyandu sepanjang September 2025.
Para kader bersama pihak puskesmas berkomitmen untuk memastikan seluruh program berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang lebih erat antara puskesmas dan kader posyandu. Sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat, kader dituntut terus aktif menyampaikan informasi dan memberikan layanan kesehatan secara merata dan optimal. (Tri Suhartati KIM Depok)


