Polri dan Masyarakat Panen Jagung, Langkah Nyata Dukung Swasembada Pangan

Sleman – Program penanaman jagung oleh Polri adalah bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional, terutama dalam menghadapi tantangan global seperti krisis pangan, perubahan iklim, dan inflasi bahan pokok. Inisiatif ini sejalan dengan arahan pemerintah untuk meningkatkan produksi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Langkah nyata ini dibuktikan dengan kegiatan panen jagung bersama antara Polri dan masyarakat di lahan milik Bumkal Margodadi yang terletak di Padukuhan Kurahan III Margodadi Seyegan Sleman.

“Panen bersama seperti ini merupakan sinergi TNI-Polri dan Pemerintah Daerah. Kegiatan yang sering dilakukan secara kolaboratif ini menunjukkan sinergi antar institusi untuk tujuan nasional,” ujar Panewu Seyegan, Agung Endarta.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (11/9/2025) ini, dihadiri Panewu Seyegan dan staf, Kapolsek Seyegan dan jajarannya, Danramil Seyegan, Kepala BP4 Wilayah III, Lurah Margodadi, Dukuh Kurahan 3, Pengurus KWT Angin Sumilir, tokoh masyarakat dan mahasiswa KKN-UNY.

Lebih lanjut, jagung yang dipanen adalah jenis hibrida dengan tongkol satu, dan menempati area seluas 2000 meter persegi, dari lahan seluas 4000 meter persegi, yang diperuntukkan untuk budi daya jagung. Dalam pelaksanaannya, Polri bekerja sama dengan KWT Angin Sumilir sebagai pelaksana di lapangan.

“Polri selalu melibatkan masyarakat sekitar dalam proses penanaman, pemeliharaan, hingga panen. Ini memberikan dampak ekonomi langsung melalui padat karya,” ungkap Kapolsek Seyegan, AKP Pujiono.

Kegiatan tanam jagung di lahan milik BUMKal sendiri mempunyai tujuan memanfaatkan lahan milik kalurahan yang kurang subur dan terbengkalai dalam waktu yang cukup lama, dan belum dimanfaatkan secara optimal. Sehingga kegiatan tanam jagung bisa dikatakan menghidupkan kembali lahan-lahan untuk produksi pangan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)

image_pdfimage_print
Bagikan: