Rumah Perawatan Indonesia Tekankan Pencegahan Komplikasi Diabetes

Sleman – Perwakilan PT. Rumah Perawatan Indonesia, Silva Aura Aulia, menegaskan pentingnya pemahaman dan pengendalian Diabetes Mellitus (DM) sebagai salah satu ancaman kesehatan global.

Ia menekankan bahwa pencegahan komplikasi hanya dapat dicapai melalui kontrol rutin ke dokter, perilaku hidup sehat, dan pengelolaan kadar gula darah yang tepat.

“Jika kontrol tidak dilakukan secara rutin, komplikasi yang timbul bisa sulit disembuhkan bahkan berujung pada kematian,” ujar Silva saat pertemuan Komunitas Sahabat Diabetesi Istimewa (Sadewa) di Gedung Sasana Anglocita Tama, Kantor Kapanewon Depok, Sleman, Sabtu (13/9/2025).

Dalam paparannya, Silva menjelaskan definisi Diabetes Mellitus sebagai penyakit metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi akibat insufisiensi insulin.

Ia menguraikan jenis-jenis Diabetes Mellitus, mulai dari tipe I, tipe II, gestasional (kehamilan), hingga tipe lainnya, yang masing-masing memiliki risiko dan penanganan berbeda.

“Gejala khas yang sering muncul antara lain sering haus, sering kencing, cepat lapar, serta penurunan berat badan tanpa sebab. Namun gejala lain juga dapat menyertai, seperti mudah lelah, pandangan kabur, luka yang sulit sembuh, hingga kesemutan,” terangnya.

Silva menambahkan bahwa diagnosis Diabetes Mellitus tidak hanya berdasarkan gejala, tetapi juga pemeriksaan laboratorium, seperti kadar glukosa plasma puasa ≥ 126 mg/dL atau HbA1c ≥ 6,5%. Ia mengingatkan pentingnya memahami tanda awal sebelum kondisi berlanjut menjadi komplikasi serius.

“Hiperglikemia maupun hipoglikemia bisa sangat berbahaya jika tidak segera ditangani. Kondisi ini kerap menurunkan kesadaran pasien dan bahkan membutuhkan perawatan intensif,” jelasnya.

Selain itu, ia menguraikan sejumlah komplikasi berat yang dapat muncul, seperti stroke, penyakit jantung koroner, retinopati diabetik, nefropati, hingga neuropati, yang berisiko tinggi menurunkan kualitas hidup penderita.

“Hipoglikemia pada pasien usia lanjut sangat dihindari karena perbaikan kesadarannya lebih lambat, sehingga berpotensi fatal,” tambah Silva.

Pertemuan yang dihadiri puluhan anggota komunitas ini juga menjadi ajang edukasi untuk menekankan gaya hidup sehat sebagai benteng utama melawan Diabetes Mellitus.

Silva menegaskan bahwa pengendalian Diabetes Mellitus harus dilakukan secara konsisten melalui pola makan sehat, olahraga teratur 150 menit perminggu, penggunaan obat secara tepat, serta pemantauan glukosa darah mandiri.

Ketua Komunitas Sadewa, Suparlan, menyampaikan apresiasi atas dukungan Rumah Perawatan Indonesia. “Edukasi seperti ini sangat penting agar masyarakat, terutama para diabetesi, bisa memahami penyakitnya dan lebih disiplin dalam menjaga kesehatan,” ujarnya. (Athiful/KIM Depok)

image_pdfimage_print
Bagikan: