Sleman – Kalurahan Margoagung, Seyegan, Sleman, menyelenggarakan Festival Jathilan dan Kuliner dalam rangka memperingati hari jadi ke-79. Acara yang berlangsung selama dua hari pada 13-14 September 2025 di halaman Kalurahan Margoagung ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Kebudayaan DIY, pemerintah setempat, dan masyarakat.
Jumali, Ketua Panitia Festival sekaligus Ketua Kalurahan Budaya Margoagung, menjelaskan bahwa festival ini bertujuan untuk mengangkat kapasitas Margoagung sebagai kalurahan budaya yang memiliki potensi besar dalam seni tradisional jathilan.
“Kami ingin melestarikan dan mengembangkan kesenian jathilan sebagai warisan budaya,” ujarnya.
Dalam bidang kuliner, Margoagung dikenal sebagai sentra pengrajin tahu terbesar di Sleman. Lomba masak dengan bahan dasar tahu diselenggarakan untuk melestarikan potensi andalan tersebut dan menciptakan keanekaragaman olahan tahu.
“Kami ingin memperkuat pelaku usaha tahu dan UMKM pada umumnya, serta menciptakan produk khas olahan tahu Margoagung,” tambah Jumali.
Acara ini didukung oleh Dana Keistimewaan DIY sebagai bagian dari program Kalurahan Rintisan Budaya yang telah memasuki tahun ketiga.
Enam kelompok kesenian jathilan turut berpartisipasi dalam festival ini, yaitu Satrio Sekarjati, Mekar Budaya, Akrab Yudhatama, Tirto Manunggal, Laras Manunggal, dan Agung Mudha. Sementara lomba kuliner berbahan dasar tahu diikuti oleh 12 kelompok dari perwakilan padukuhan se-Margoagung.
Supartini, perwakilan Dinas Kebudayaan DIY, mengapresiasi terselenggaranya festival ini.
“Dengan dana stimulan yang ada, Kalurahan Margoagung mampu merespons secara positif. Event ini dapat menjadi momen promosi sekaligus bentuk nyata dukungan pemerintah DIY terhadap kreativitas budaya,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya adaptasi terhadap perubahan zaman tanpa kehilangan identitas budaya lokal.
“Pembinaan terhadap kesenian terus kita lakukan demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Sulistiyono/KIM Seyegan)


