Sleman – World Cleanup Day (WCD) merupakan gerakan bersih-bersih sampah liar yang berserakan di seluruh penjuru bumi. WCD menjadi gerakan bersama yang sudah diakui PBB sejak 2018. Sampai saat ini, gerakan tersebut telah diikuti oleh 180 negara termasuk Indonesia.
WCD di Indonesia bukan hanya sekedar mengikuti tren dalam gerakan global, namun sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam mengurangi dan mengelola sampah yang ada. Gerakan inipun selaras dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025 -2029, yaitu sampah terkelola 100 persen.
Untuk itu, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan WCD sangat menjadi harapan. Pasalnya, WCD tidak hanya membersihkan lingkungan tetapi juga menanamkan kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Di Kabupaten Sleman kegiatan WCD dilaksanakan pada, Sabtu 20 September 2025, mulai pukul 07.00 WIB pagi,” jelas Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Sugeng Riyanto melalui sambungan telepon, Selasa (16/9/2025).
Terkait hal itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan mengambil peran guna menyukseskan kegiatan WCD di lingkungan masing-masing.
Sugeng menjelaskan bahwa pada WCD 2025, lokasi utama yang akan menjadi sasaran pembersihan adalah Jalan Ring Road Utara.
Kegaitan dimulai dari Kapanewon Gamping, dengan titik kumpulnya berada di Simpang Demak Ijo. Kemudian untuk Kapanewon Mlati, titik kumpul berada di Simpang Jombor.
Selanjutnya Kapanewon Ngaglik, titik kumpulnya di kawasan Monjali. Sedangkan Kapanewon Depok titik kumpulnya berada di komplek kantor Kapanewon Depok.
“Nantinya semua sampah yang terkumpul dilakukannya penimbangan untuk mengetahui jumlah sampah selanjutnya dilaporkan melalui aplikasi yang sudah disediakan,” jelas Sugeng.
Ia juga menyampaikan bahwa pada tanggal 20 September nanti, DLH Kabupaten Sleman juga menyelenggarakan kegiatan Program Kali Bersih (Prokasih). Adapun sungai yang akan dibersihkan ialah Sungai Pelang. Kegiatan ini dimulai dari Padukuhan Joho, Kalurahan Condoncatur, sampai dengan Padukuhan Santren, Kalurahan Caturtunggal.
” Kegiatan Prokasih di Sungai Pelang merupakan program yang sudah lama terjadwal. Tujuan Prokasih untuk menjaga dan melestarikan sungai sehingga lebih bermanfaat bagi kehidupan masyarakat,” pungkas Sugeng. (Kusnadi / KIM Berbah)


