Sleman – Pendidikan kerap disebut jantung peradaban, namun tantangannya di Indonesia masih besar, antara lain kualitas guru yang belum merata, kesejahteraan yang belum tuntas, dan kebutuhan metode belajar yang sesuai zaman.
Di tengah situasi itu, Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN) hadir sejak 2012 dengan pusat di Madurejo, Prambanan, Sleman. Lembaga ini berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan melalui pelatihan guru, inovasi pembelajaran, dan pemberdayaan generasi muda lewat beasiswa.
Kiprah YPAN lekat dengan sosok pendirinya, yaitu Fukkar Al Wathoni atau yang akrab disapa Futhon. Saat ditemui di Kantor YPAN pada Rabu (17/9/2025), Futhon menuturkan pengalaman awalnya mengajar di pesantren.
“Saya sadar pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan hubungan yang menyalakan jiwa,” ujarnya.
Dari keyakinan itu lahirlah filosofi YPAN, yaitu guru yang bahagia melahirkan murid yang merdeka.
Selama lebih dari satu dekade, YPAN telah melatih lebih dari 250 ribu guru melalui 24 program, mulai dari joyful learning, smart teaching, hingga AI dan coding. Lebih dari 300 webinar juga digelar untuk memperluas jangkauan.
“Kami ingin materi mudah dipahami, aplikatif, relevan, dan menyenangkan,” jelas Futhon.
Di sisi lain, Beasiswa Indonesia Emas Daerah (BIED) memberi kesempatan anak muda daerah kurang terjangkau melanjutkan pendidikan tinggi. Hingga kini, lebih dari 700 mahasiswa telah menerima manfaat, belajar di dalam maupun luar negeri.
“Program ini tidak hanya memberi dana, tetapi juga pendampingan dan pelatihan kepemimpinan,” ungkap dia.
YPAN juga menanamkan tradisi literasi dan keterbukaan ide. Dengan lebih dari 50 karyawan, organisasi ini bergerak seperti orkestra.
“Tugas saya memastikan setiap instrumen berbunyi harmonis,” katanya.
Bagi YPAN, dua tantangan utama pendidikan adalah kesejahteraan guru dan paradigma mengajar. Guru dituntut menjadi fasilitator yang menumbuhkan kreativitas dan rasa ingin tahu.
Karena itu, YPAN membentuk komunitas guru lintas daerah sebagai ekosistem inovasi yang berkelanjutan.
Lebih dari sepuluh tahun perjalanan YPAN membuktikan bahwa inisiatif masyarakat dengan visi yang jelas mampu memberi dampak nyata.
“Pendidikan adalah tentang menyalakan api. Api rasa ingin tahu, api keberanian, dan api harapan. Itulah yang terus kami jaga di YPAN,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)


