Sleman – Jamaah calon haji Kabupaten Sleman telah diberangkatkan mulai Sabtu (29/8) dari Masjid Agung Sleman menuju Asrama Haji Donohudan Solo. Adapun untuk keberangkatan Kloter 25 SOC dengan jumlah jamaah 118 orang pemberangkatan 29 Agustus 2015 pukul 05.00 WIB dilepas oleh Sekda Sleman, dr Sunartono MKes.
Kloter 27 SOC jumlah jamaah 352 orang pemberangkatan Minggu, (30/8) pukul 05.00 WIB dilepas oleh Penjabat Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi, dilanjutkan Kloter 28 SOC jumlah jamaah 105 orang. Sementara untuk Kloter 29 SOC jumlah jamaah 350 orang pemberangkatan juga Minggu ( 30/9)pukul 12.00 WIB.
Gatot Saptadi dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat jalan semoga perjalanan senantiasa memperoleh perlindungan Allah SWT dan pulang sebagai haji mabrur. Selain itu Gatot juga berharap agar jamaah haji dapat memanfaatkan kesempatan berhaji dengan niat untuk beribadah kepada Allah SWT semata.
“Untuk itu diharapkan dapat melaksanakan ibadah yang wajib dan yang sunnah dengan baik. Di tanah suci nanti, merupakan wakil dari Kabupaten Sleman khususnya, sekaligus duta bangsa Indonesia,” kata Gatot.
Pada kesempatan tersebut Gatot juga mengingatkan untuk senantiasa menjaga kondisi fisik dalam menjalankan aktifitas ibadah haji nanti, karena berdasarkan informasi yang diperoleh dari Kementerian Kesehatan RI, cuaca musim haji tahun ini diprediksi cukup ekstrim, disebabkan adanya gelombang udara panas yang melanda Arab Saudi, khususnya di Makkah.
Jamaah dihimbau untuk menjaga asupan air selama menjalankan aktifitas ibadah untuk mencegah dehidrasi, karena saat musim haji nanti suhu di Makkah bisa mencapai 50 derajat Celsius. Mengakhiri sambutannya Gatot berpesan agar para jamaah haji tidak terpengaruh dengan hal-hal yang dapat mengurangi kualitas ibadah, jika mengalami kesulitan saat menjalankan ibadah haji bersabarlah dan sebisa mungkin hindari untuk marah, agar niat beribadah tidak tercemar.
Laksanakanlah apa yang selama ini diberikan oleh pembimbing haji, apabila terdapat kesulitan selama menjalankan ibadah haji, jangan segan dan malu untuk bertanya kepada petugas/pembimbing haji.


