Pemuda Wonokerto Didorong Jadi Pelopor Ekonomi dan Sosial

 Sleman – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Sarasehan Kepemudaan 2025 di Balai Desa Wonokerto, Rabu (24/9/2025). Kegiatan yang mengangkat tema “Pemuda Tangguh, Berkarakter, dan Mandiri” ini, sebagai ruang dialog bagi pemuda dari berbagai organisasi tingkat kalurahan.

Sarasehan tersebut merupakan program aspirasi anggota DPRD Sleman, dr. Raudi Akmal. Dalam forum itu, peserta diajak memahami tiga peran penting generasi muda, yakni sebagai agen perubahan, agen pembangunan, dan agen pembaruan.

Lurah Wonokerto, Riyanto Sulistyo Budi membuka acara dengan menekankan pentingnya peran pemuda dalam karang taruna dan pembangunan desa. “Anak muda banyak ide kreatif mereka yang awalnya diragukan, tapi justru berhasil. Contohnya usaha warung kopi di Wonokerto yang kini berkembang pesat,” ujarnya.

Riyanto juga mengingatkan tingginya kasus kenakalan remaja di wilayahnya. “Pemuda harus berani ambil peran, bukan hanya dalam ekonomi, tapi juga sosial,” tegasnya.

Perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman, Nuning Prasetyoningrum selaku narasumber menekankan pentingnya pemanfaatan program pemerintah. Ia mendorong pemuda Wonokerto untuk berinovasi di bidang kewirausahaan maupun olahraga.

“Program seperti Pemuda Pelopor dan Wirausaha Muda bisa menjadi pintu masuk. Banyak usaha kecil naik kelas lewat pemasaran digital,” kata Nuning.

Sementara itu, praktisi kepemudaan Sleman, Besta Eins Yudharta berbagi pengalaman pemberdayaan masyarakat. Ia menekankan bahwa langkah awal yang harus dilakukan pemuda adalah mendengar masalah warga, kemudian mencari solusi bersama.

Ia juga mencontohkan gerakan Muhammad Yunus di Bangladesh dengan model pinjaman tanpa agunan yang akhirnya mendapat nobel.

“Kuncinya keberanian dan kepedulian pemuda. Jangan menunggu, tapi bergerak,” ungkap Yunus.

Terpisah, Raudi Akmal berharap kegiatan ini memberi dampak nyata. “Sarasehan harus jadi energi baru agar pemuda Sleman tumbuh tangguh, mandiri, dan berkarakter, sekaligus mengambil peran dalam pembangunan daerah maupun nasional,” ucapnya.

Sarasehan berlangsung dinamis dengan berbagai ide yang muncul, mulai dari wirausaha kopi, bengkel otomotif, desa wisata, hingga masalah judi online. Forum ini diharapkan menjadi awal bagi pemuda Wonokerto untuk tampil percaya diri sebagai pelopor perubahan di bidang ekonomi maupun sosial. (Arief Hartanto / KIM Turi Kertomandiri)

image_pdfimage_print
Bagikan: