Sleman – Pekan Kompetisi Madrasah (PKM) bukan hanya ajang kompetisi bidang seni dan olah raga, namun ajang silaturahmi serta penguatan karakter siswa madrasah. Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Nadhif saat membuka acara PKM, pada Rabu (24/9/2025) di Aula Madrasah Aliyah (MA) Diponegoro Sambego, Maguwoharjo, Depok, Sleman.
“PKM bukan hanya ajang lomba tetapi bagian dari ihtiar bersama mempersiapkan generasi emas 2045. Madrasah harus mampu melahirkan anak-anak berprestasi, berkarakter, siap menghadapi masa depan,” ujar Nadhif didampingi Kepala Subbag Tata Usaha, Sangaji dan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Tulus Dumadi.
Menurut Ketua Panitia PKM 2025, Yazid Shofwan kegiatan tersebut diikuti 1.125 siswa peserta dari 29 Madrasah Aliyah yang terdiri dari lima MA negeri, dan 24 MA swasta se-Kabupaten Sleman.
Yazid menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Agama Kabupaten Sleman, kepala madrasah, guru pembina, para juri, hingga tuan rumah MA Diponegoro yang ikut menyukseskan acara.
Sehari sebelumnya, pada Selasa (23/9/2025) dimulai babak penyisihan untuk lomba bola voli, bulu tangkis, dan seni hadroh. Sementara 23 bidang lomba lainnya digelar pada, Rabu (24/9/2025) di beberapa tempat di lingkungan MA Diponegoro.
“Minat siswa madrasah mengikuti kompetisi cukup tinggi. PKM diharapkan mampu mempererat silaturahmi antar lembaga, menumbuhkan semangat kompetisi sehat dan berkarakter,” tegas Yazid.
PKM merupakan ajang kompetisi tahunan antar siswa Madrasah Aliyah, yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Kepala Madrasah (K2MA) Kabupaten Sleman.
“PKM diharapkan bisa mengembangkan potensi dan kreativitas siswa untuk berprestasi sesuai dengan minat dan bakat sebagai aktualisasi diri, menumbuhkan watak jujur, tekun, cermat, dan berpandangan terbuka,” ujar Ketua K2MA Sleman, Ahmad Arif Makruf.
Arif juga berharap ajang ini melahirkan generasi madrasah yang unggul, berakhlak mulia, dan siap menjadi bagian dari Indonesia Emas 2045. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)


