Sleman – Akhir-akhir ini program ketahanan pangan masif dikampanyekan oleh pemerintah untuk mendukung swasembada pangan baik ditingkat pusat maupun daerah. Merespon akan pentingnya hal tersebut, Pemerintah Kalurahan Sendangsari meluncurkan program ketahanan pangan berbasis Rukun Tangga (RT).
Proses peluncuran dikemas dalam acara sosialisasi program ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Sosialisasi yang berlangsung di Aula Kalurahan Sendangsari tersebut ditujukan bagi Ketua RT di padukuhan I-VI, pada Rabu (24/9/2025), Ketua RT di padukuhan VII-XII pada Kamis (25/9/2025).
Lurah Sendangsari, Afan Nur Hisan menyampaikan bahwa program ini dilaksanakan karena melihat banyaknya lahan pekarangan di sekitar rumah warga yang tidak dimanfaatkan dan menjadi lahan tidur.
“Saya berharap dengan program ini masyarakat Sendangsari tergerak untuk bersama-sama
memanfaatkan lahan sekitar rumah dengan menanam tanaman yang bisa dikonsumsi. Di samping itu, bisa menambah pendapatan keluarga,” ujar Afan.
“Tahun kemarin kita telah meluncurkan program yang sama, hanya untuk tahun ini kita buat berbeda. Media tanam tahun kemarin kita gunakan polybag ternyata tidak awet, maka untuk tahun ini kita gunakan galon bekas air mineral yang lebih awet dan dapat digunakan beberapa kali,” imbuhnya.
Ketua BPKal Sendangsari, Sarjiyono menyampaikan bahwa BPKal mendukung penuh program-program Pemkal Sendangsari dalan upaya mewujudkan ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan.
“Saat ini permasalahan yang menjadi fokus di Sendangsari di antaranya pengentasan kemiskinan dan penurunan angka stunting. Semoga program ketahanan pangan dengan basis RT ini dapat berjalan dengan baik sehingga membawa kemanfaatan bagi masyarakat,” tandas Sarjiyono.
Penyuluh pertanian Sendangsari, Sudarto yang menjadi narasumber kegiatan kali ini mengatakan bahwa di Sendangsari selama kepemimpinan Lurah Afan sangat konsen dalam penganggaran kegiatan yang di bidang pertanian. Salah satunya
adalah pemanfaatan lahan pekarangan untuk ketahanan pangan.
Menurut Sudarto, konsep tanaman pangan dengan memanfaatkan lahan pekarangan dapat memenuhi kebutuhan konsumsi pangan harian dan jika ada hasip lebih dapat dijual untuk menambah pemasukan keluarga.
“Jenis tanamah yang biasa ditanam diantaranya cabai, terung, tomat dan lain-lain. Jika ditanam dengan wadah galon bekas, maka sebaiknya komposisi media tanam terdiri dari sepertiga tanah, sepertiga pupuk kandang yang telah difermentasi, dan sepertiga arang sekam atau sekam saja namun lebih rentan terkena hama patogen, jadi lebih baik gunakan arang sekam,” ujarnya.
“Sebenarnya perlakuan tanaman di pekarangan tidak jauh beda dengan tanaman yang ditanam konvensional. Untuk lebih jelas nanti kami coba buatkan panduan mengenai penanaman sampai perawatan yang dapat digunakan sebagai acuan dalam menanam tanaman dalam galon bekas ini,” imbuhnya. (Sardiyanto – KIM Sendangsari Minggir)


