Sleman – Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman bekerja sama dengan DPRD Sleman menggelar talk show bertajuk “Gerakan Ayah Sayang Anak” (GASA) di Kalurahan Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Senin (29/9/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian sosialisasi pembangunan SDM yang dilaksanakan di sejumlah kalurahan se-Kabupaten Sleman.
Adapun narasumber kegiatan di antaranya Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Abdul Kadir, praktisi pendidikan, Haryanti, dan Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman, dr. Novita Krisnaeni selaku praktisi kesehatan.
Pada sesi materi pertama, Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman menekankan pentingnya pembangunan keluarga melalui optimalisasi delapan fungsi keluarga, yaitu fungsi agama, sosial budaya, pembinaan lingkungan, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, cinta kasih, reproduksi, dan perlindungan.
“Tidak berjalannya fungsi keluarga kerap dipengaruhi faktor 4T, yakni terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat, dan terlalu banyak,” ujar dr. Novita.
Ia menambahkan, peran ayah sangat krusial dalam keberlangsungan fungsi keluarga. Fenomena fatherless atau ketidakhadiran ayah baik secara fisik maupun psikologis, menurutnya menimbulkan dampak negatif yang serius.
“Anak yang tumbuh tanpa figur ayah cenderung mengalami kesulitan dalam hubungan sosial, kehilangan panutan, bahkan berisiko tinggi mengalami masalah perilaku dan kesehatan mental,” jelasnya.
Sementara, Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Abdul Kadir pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa pembangunan SDM tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi dimulai dari keluarga.
“GASA ini mendorong para ayah untuk lebih terlibat aktif dalam pengasuhan. Anak-anak membutuhkan teladan, dan itu dimulai dari rumah,” tegasnya. (Arief Hartanto / KIM Kertomandiri Turi)


